Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 01:35 WIB
Surabaya
--°C

Epidemiolog: Namanya PPKM Darurat, tapi Isinya Tidak

JAKARTA-KEMPALAN: Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat akan diberlakukan mulai 3 Juli 2021, di sekitar Pulau Jawa hingga Bali.

Sejumlah kegiatan masyarakat pun lebih diperketat, seperti Work Form Home (WFH) 100 persen hingga mal ditutup.

Menanggapi hal itu, Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman menyebut, PPKM tersebut tak mencakup penanganan Covid-19 di kondisi darurat saat ini.

“Namanya sudah darurat, tapi isinya tidak darurat. Isinya tidak mencerminkan situasi yang sudah sangat darurat.”

“ini yang saya sayangkan,” ucap Dicky, dikutip dari tayangan YouTube TV One, Rabu (30/6/2021).

Ia mencontohkan, satu isi aturan PPKM darurat yang dinilai tak efektif, soal WFH.

Dari aturan PPKM yang beredar, WFH diterapkan 100 persen di sektor non-esensial.

Sementara, di sektor esensial, WFH diberlakukan dengan sistem 50-50 persen.

“Contoh, WFH 100 persen, kecuali yang esensial. Ketika dilihat esensial itu banyak sekali.”

“Contoh bahwa, sebetulnya kita belum merespons dengan benar sesuai situasi yang benar-benar sangat serius,” ungkap Dicky.

Selain itu, Dicky memprediksi nantinya di akhir bulan Juli hingga Agustus, penambahan kasus Covid-19 akan berada di puncak.

“Masa puncak akhir Juli ini sampai pertengahan Agustus dengan kasus 400-500 ribu dengan kematian 2-3 ribu.”

“Ini sudah saya prediksi, artinya, kenapa saya dorong-dorong itu lockdown,” tandasnya. (tr)

 

 

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.