Selasa, 21 April 2026, pukul : 13:35 WIB
Surabaya
--°C

Survei SMRC mengenai Calon Presiden 2024, Prabowo, Ganjar, atau Anies?

JAKARTA-KEMPALAN: Kontestasi pemilihan umum (pemilu) selalu menjadi ajang yang menarik untuk ditelisik secara mendalam. Walaupun masih tersisa tiga tahun lagi untuk sampai kepada pemilihan presiden tahun 2024, namun sudah bermunculan nama-nama yang diprediksi akan maju sebagai calon presiden.

Hari Minggu (13/06), Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), mengadakan webinar sekaligus merilis hasil survei mengenai calon presiden di tahun 2024 mendatang. Agenda ini bertajuk “Partai Politik dan Calon Presiden: Sikap Pemilih Pasca 2 Tahun Pemilu 2019.”

Penjelasan hasil survei dijelaskan secara komperehensif oleh Saidiman Ahmad selaku Manajer Program SMRC. Dimana ia mengungkapkan bahwa hasil survei yang diadakan pada Mei 2021, terdapat lima cluster partai politik yang dapat ditilik dari konteks tingkat dukungan pemilih secara nasional.

Cluster pertama adalah PDIP yang mendapatkan angka terbesar, yaitu 25,9%. Disusul cluster kedua oleh Gerindra dan Golkar yang bersaing sangat ketat dengan angka 10,9%. Lalu ada cluster ketiga yang diisi oleh partai yang memiliki kondisi yang stabil di angka 4-9%, yaitu ada PKB, PKS, dan Demokrat. Selanjutnya ada cluster keempat yang mana memiliki ketidakstabilan dan masih berjuang untuk lolos ambang batas parlemen nasional, yakni ada Nasdem, PAN, dan PPP. Dan cluster kelima serta yang terakhir, diisi oleh partai non-parlemen yang masih stagnan dan belum memperlihatkan tanda-tanda kemajuan.

“Masih ada kurun waktu sekitar 2,5 tahun untuk mengubah peta kekuatan partai di atas,” ujar Saidimin Ahmad selaku Manajer Program SMRC dalam presentasinya.

Perlu diketahui bahwa dalam sistem politik Indonesia, partai adalah sebuah medium politik yang berhak memajukan nama untuk berkontestasi dalam pemilihan presiden. Oleh karena itu, tingginya elektabilitas dan popularitas dari salah satu tokoh politik nasional, namun tidak memiliki spektrum partai yang mendukungnya maka hasilnya akan nihil.

Dalam penjelasannya, Saidimin Ahmad memberikan data hasil survei mengenai preferensi pemilih pada nama-nama untuk menjadi presiden. Dimana pertanyaan semi terbuka terkait konteks ini, dapat dilihat secara gamblang bahwa Prabowo Subianto memimpin dengan 21,5%, lalu disusul oleh Ganjar Pranowo dengan 12,6%, dan Anies Baswedan dengan 12%. Sisanya ada nama-nama dengan presentase di bawah 6%, mulai dari Sandiaga Uno (5,5%), Ridwan Kamil (4,4%), Basuki T Purnomo (4,3%), dan Agus Harimurti Yudhoyono (3,2%).

“Sejumlah nama baru mendapat suara signifikan setelah pilpres 2019, seperti Ganjar, Anies, Ridwan Kamil, dan Risma. Namun, hanya Ganjar yang mengalami kemajuan signifikan, dari 6,9% menjadi 12,6%,” jelasnya.

Untuk menelisik hasil survei tertutup yang lebih mendetail, SMRC memberikan delapan nama kandidat calon presiden yang sudah disaring dan difilter. Dalam simulasi ini memperlihatkan bahwa Prabowo Subianto di posisi teratas dengan 26%, lalu Ganjar Pranowo 16,3%, Anies Baswedan menempel ketat dengan 15,7%. Lalu sisanya berada di bawah presentase 9%, yakni ada Sandiaga Uno (8,3%), Ridwan Kamil (5,6%), Tri Rismaharani (5,4%), Agus Harimurti Yudhoyono (4,7%), dan Puan Maharani (1,6%).

Dalam rilis hasil survei dari SMRC bertajuk webinar dengan tema “Partai Politik dan Calon Presiden: Sikap Pemilih Pasca 2 Tahun Pemilu 2019”, juga menghadirkan beberapa penanggap dari peneliti hingga figur politik tanah air. Seperti, Firman Noor (Kepala Pusat Penelitian LIPI), Andreas Hugo Pareira (politikus PDIP), Dara Nasution (juru bicara PSI), Rahayu Saraswati (politikus Gerindra), Nurul Arifin (politikus Golkar), Jazilul Fawaid (politikus PKB), Sean Mustopa (politikus Nadem), Mardani Ali (politikus PKS), dan Benny K. Harman (politikus Demokrat). (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.