Kamis, 11 Juni 2026, pukul : 03:27 WIB
Surabaya
--°C

54 Pasien Covid-19 Meninggal di Bangkalan

SURABAYA–KEMPALAN: Korban Covid-19 di Bangkalan terus berjatuhan. Sebanyak 54 nyawa melayang hanya dalam 11 hari hingga pukul 13.00 kemarin (11/6).

Direktur RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan Nunuk Kristiani mengungkapkan, lonjakan kasus Covid-19 terjadi seusai Idul Fitri. Penyebabnya, banyak perantau yang pulang sebelum larangan mudik berlaku. Selain itu, mobilitas masyarakat dalam tradisi saling berkunjung saat Lebaran turut menjadi salah satu penyebab sebaran korona kian meluas.

Nunuk tidak memungkiri bahwa jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia sangat tinggi. Sejak awal Juni tercatat ada 54 pasien yang mengembuskan napas terakhir di rumah sakit (RS). Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan pasien penyakit lain yang meninggal dalam sebelas hari terakhir. Jumlahnya hanya 25 orang.

Pasien Covid-19 yang meninggal dalam perawatan, klaim Nunuk, kian sedikit sejak awal pekan ini. Itu terjadi berkat perhatian khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dan pemerintah pusat. Terutama sejak ada sokongan enam RS penyangga untuk pasien Covid-19 asal Bangkalan. Yakni RSUD dr Soetomo, RSU Haji, RS Unair, RS PHC, RS Adi Husada Undaan Wetan, dan RS Al Irsyad.

RSUD Syamrabu Bangkalan mendapat banyak bantuan. Berupa alat pelindung diri (APD), obat-obatan, dan ambulans.

”Alhamdulillah, pasien-pasien yang meninggal sudah menurun dibandingkan awal Juni,” ucap Nunuk di ruang kerjanya kemarin (11/6).

Nunuk menjelaskan, banyak faktor yang menjadi penyebab angka kematian pasien Covid-19 tinggi. Di antaranya, kondisi pasien positif Covid-19 yang datang ke RS rata-rata sudah parah. Kemudian disertai penyakit bawaan. Sebagian murni karena terpapar korona. ”Saat ini pola (penyebab kematian, Red) itu bervariasi,” ucap perempuan berkacamata tersebut.

Banyaknya korban meninggal dunia juga berbanding lurus dengan jumlah pasien yang sedang ditangani. Ketersediaan bed occupancy ratio (BOR) di RSUD Bangkalan 150 unit. Hingga pukul 11.00 kemarin, 119 tempat tidur pasien Covid-19 sudah terisi. Dengan demikian, hanya 31 yang belum termanfaatkan.

RS milik Pemkab Bangkalan tersebut juga tetap melayani pasien umum selain Covid-19. RSUD itu menjadi satu-satunya RS pelat merah di kabupaten ujung barat Madura tersebut. Meski tren jumlah pasien yang datang terus bertambah, RSUD Bangkalan belum punya rencana kembali menambah tempat BOR. ”Kami mengupayakan sistem rujukan ke enam rumah sakit penyangga yang sudah ditunjuk Dinkes Provinsi Jatim,” imbuhnya.

Tetapi, opsi sistem rujukan yang diterapkan RSUD belum mendapat respons positif dari para keluarga pasien Covid-19. Menurut Nunuk, kebanyakan keluarga pasien tidak berkenan disarankan untuk dirujuk ke salah satu dari enam RS penyangga itu.

Banyak pertimbangan yang menjadi alasan keluarga pasien menolak dirujuk. Misalnya alasan kebutuhan akomodasi biaya yang lebih tinggi dan akan jauh dari keluarga. Hingga kemarin sudah ada enam pasien Covid-19 yang dirujuk ke RS penyangga di Kota Pahlawan. Kondisi enam pasien itu cukup buruk. (nn)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.