INOVASI Gelar Webinar Pendidikan

Sekolah Kemenag dan Kemendikbudristek Siapkan PTM Terbatas Juli Mendatang

  • Whatsapp
Kegiatan PTM Terbatas (foto : INOVASI)

SURABAYA – KEMPALAN : Pemerintah sudah menargetkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas pada Juli 2021. Sejumlah sekolah menyatakan sudah siap menggelar PTM terbatas lewat

Direktur KSKK Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Moh. Isom menjelaskan pandemi telah memberi dampak luar biasa di bidang pendidikan. Oleh karena itu, Kemenag bersama Kemendikbudristek telah menyiapkan panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi dalam rangka mempersiapkan tahun ajaran baru 2021-2022.

“Dalam panduan tersebut dijelaskan secara detil bagaimana seharusnya satuan pendidikan sekolah / madrasah melaksanakan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru nanti,” jelasnya dalam webinar yang diselenggarakan bersama Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), Kamis (10/6).

Webinar bertajuk “Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pendmi Covid-19” ini dilaksanakan selama dua tahap. Selain dengan Kemenag, tahap pertama dikhususkan untuk satuan pendidikan dibawah Kemendikbudrsitek yang digelar pada 3 Juni 2021 lalu dengan menghadirkan pembicara utama Yaswardi, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus.

Direktur KSKK Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Moh. Isom dalam webinar yang dilaksanakan INOVASI

Dari dua tahapan pelaksanaan webinar, diketahui sekolah dan madrasah sudah mempersiapkan pelaksanaan PTM terbatas. Seperti yang disampaikan oleh Ketua LP Ma’arif NU Jatim, Noor Shodiq Askandar. Dia mengungkapkan, dari 13.237 sekolah dan madrasah di lingkungan NU telah bersiap menghadapi tahun ajaran baru 2021-2022 dengan kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi wilayahnya masing-masing.

“Untuk satuan pendidikan di wilayah pelosok sebagian besar telah melaksanakan pembelajaran tatap muka mengingat wilayah tersebut masuk dalam wilayah remote dengan keterbatasan sinyal sehingga tidak memungkinkan kegiatan pembelajaran daring dilakukan. Sedangkan di wilayah perkotaan, apabila ke depan akan menyelenggarakan tatap muka terbatas maka wajib mengikuti sejumlah prokes dan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sesuai yang tertulis dalam buku panduan,” terangnya.

Kepala MINU KH. Mukmin Sidoarjo, Nurul Hamamah mengatakan telah melaksanakan ujicoba pembelajaran tatap muka secara terbatas saat ujian akhir MI untuk kelas VI. Selain bekerjasama dengan Gugus Covid setempat, 91 persen guru telah divaksinasi. Kegiatan ujicoba ini menurut Nurul telah dianggap berhasil sehingga Pemkab Sidoarjo menjadikan MINU KH Mukmin Sidoarjo sebagai MI percontohan untuk tatap muka terbatas.

“Siswa berangkat dan pulang harus diantar oleh ortu, setiap kelas diisi maksimal 15 anak dengan jam tatap muka maksimal 3 jam. Tidak menyalakan AC, tidak menggunakan taplak meja, dan secara rutin dilakukan penyemprotan disinfektan,” terangnya.

Arbaiyah, Ketua Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Jatim menjelaskan, kebijakan Dikdasmen untuk sekolah, madrasah dan pesantren Muhammadiyah tidak diperkenankan memutuskan secara sepihak kebijakan pendidikan selama pandemi. Selain itu satuan pendidikan dan pesantren wajib memprioritaskan keselamatan dan kesehatan siswa/santri, kiai, ustadz, guru, pamong, musyrif, dan tenaga kependidikan sebagai pertimbangan utama.

Direktur INOVASI Mark Heyward mengungkapkan, kegiatan webinar ini dilaksanakan dalam rangka mendukung implementasi pelaksanaan kebijakan pemerintah khususnya dalam rangka persiapan pembelajaran tatap muka di tahun ajaran baru 2021-2022.

“Tujuan webinar ini adalah membantu Kemendikbudristek dan Kemenag dalam rangka menyosialisasikan kebijakan Kemendikbudristek dan Kemenag ke provinsi, kab/kota hingga ke tingkat sekolah/madrasah,” terang Mark.

Pemerintah pusat menargetkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas bisa dimulai pada Juli 2021. Belajar tatap muka terbatas bakal dimulai setelah guru dan tenaga pendidikan disuntik vaksin selama 2x. Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama 4 menteri terkait dengan kesiapan pembelajaran tatap muka terbatas di tahun ajaran baru pada 2 Juni 2021 lalu. (Nani Mashita)

Berita Terkait