Perusahaan Digital

Prospek Bisnis Cerah, GoTo dan Bukalapak Lakukan Initial Public Offering

  • Whatsapp
Ilustrasi dari Bursa Saham

JAKARTA-KEMPALAN: Di tengah era yang sudah sangat modern, perusahaan digital mulai menjamur dan menjadi korporasi raksasa di berbagai negara. Perusahaan yang konservatif dan tidak transformatif, akan tenggelam dalam pusaran ombak modernitas.

Bahkan, perusahaan-perusahaan digital yang sekarang sedang merajai industri dan komoditas di pasar regional dan internasional. Prospek bisnis yang cerah bak matahari pagi ini, membuat perusahaan digital opurtunis dengan masuk ke pasar saham.

Skema yang ditempuh oleh beberapa perusahaan digital adalah dengan melakukan initial public offering (IPO). Atau mudahnya dapat dipahami sebagai proses penawaran saham kepada publik melalui medium pasar saham dan semacamnya.

Contoh perusahaan yang melakukan skema ini adalah perusahaan GoTo. GoTo yang merupakan korporasi raksasa hasil merger antara Gojek dan Tokopedia ini, akan merancang skema IPO di pasar saham regional. Namun rencananya, tidak hanya pasar saham domestik, GoTo memiliki rencana untuk melebarkan sayapnya di IPO pasar saham internasional.

Selain GoTo, ada perusahaan e-commerce yang menjadi pioneer dari perusahaan digital dalam negeri, yaitu Bukalapak. Diketahui Bukalapak sudah menyusun rencana dan skema untuk melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam hal ini, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk yang juga menjadi salah perusahaan yang menginvestasikan dananya untuk Bukalapak, menjelaskan bawha perusahaan ini dalam proses untuk pengajuan permohonan untuk melakukan skema IPO di Bursa Efek Indonesia.

“Namun terkait jumlah berapa persen saham yang akan dilepas saat IPO, raise money berapa yang ditargetkan, ini masih tahap pembicaraan di internal manajemen Bukalapak,” ujar Titi Maria Rusli selaku Corporate Secretary PT Elang Mahkota Teknologi Tbk, Kamis (3/6).

Ia mengungkapkan bahwa sekarang masih dalam tahapan proses perampungan dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Jika telah rampung, maka dapat diinformasikan mengenai skema selanjutnya. (Rafi Aufa Mawardi)

Berita Terkait