Penanganan Pandemi

Lonjakan Kasus di Bangkalan, 29 Orang Positif

  • Whatsapp
Edaran dari Dinkes Provinsi Jatim

SURABAYA-KEMPALAN: Terjadi peningkatan kasus yang signifikan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Hal tersebut dikonfirmasi oleh UOBK RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Kabupaten Bangkalan.

Dalam surat yang dirilis Sabtu (5/6) tersebut satu tenaga kesehatan dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar virus. Terjadi penutupan layanan IGD selama tiga hari mulai Sabtu (5/6) hingga Selasa (8/6) mendatang.

Dalam surat yang telah dirilis oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah telah mengalihkan pasien Covid-19 kepada rumah sakit rujukan diantaranya RSUD dr. Soetomo,  RSU Universitas Airlangga, RSU Haji Surabaya, RSU PHC, RSU Adi Husada Undaan, dan RSU Al-Irsyad.

Adapun 29 orang terkonfirmasi positif virus dengan rincian, 17 orang dari Puskesmas Arosbaya Kecamatan Arosbaya dan 12 orang dari Puskesmas Tongguh Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan.

Total jumlah kasus di Bangkalan saat ini adalah 55 orang dengan 29 orang dari tenaga kesehatan. Adapun 3 Kecamatan yang perlu perhatian lebih yaitu, Arosbaya, Klampis, dan Bangkalan. Terdapat keterlambatan pengecekan karena adanya tenaga kesehatan yang positif covid.

Sementara itu, Mengingat meningkatnya kasus Covid19 di Madura, saat ini Pemkot Surabaya melakukan penyekatan di pintu keluar Suramadu menuju Surabaya.

Bagi pengendara yang menuju Surabaya, akan dilakukan swab antigen. Ini merupakan bentuk perhatian dari Pemkot Surabaya kepada warganya demi menekan laju penyebaran Covid19 di Surabaya.

Selain Suramadu, Cak Eri dan Kapolres Tanjung Perak Surabaya juga meninjau Pelabuhan Tanjung Perak dan berkoordinasi dengan petugas agar para penumpang kapal bisa menunjukkan bukti surat negatif antigen dua arah.

Data terakhir sekitar jam 14.15 WIB tadi, terdapat 50 pasien positif ditemukan usai dilakukan  swab antigen kepada R2 maupun R4.

“Karena ada 3 daerah di Madura yang lockdown, sehingga Pemkot melakukan swab antigen. Ternyata, hasilnya yang positif bukan dari 3 tempat ini,” kata Cak Eri.

Cak Eri juga mengatakan, jika sudah berkoordinasi dengan Gubernur, Kapolda dan Kapolres untuk dilakukan penyekatan dengan antigen.

Jika hasilnya negatif, diperbolehkan lanjut masuk ke Kota Surabaya.

Hingga sore jam 16.48 WIB, Cak Eri bersama dengan Kapolres Tanjung Perak Surabaya masih berada di pintu keluar Suramadu. Pengecekan dan penyekatan terus dilakukan tanpa henti. (Abdul Manaf Farid)

Berita Terkait