Eropa

PBB: Denmark Lari dari Tanggung Jawab Masalah Pencari Suaka

  • Whatsapp
Demonstrasi pencari suaka di Denmark (The New Humanitarian).

KOPENHAGEN-KEMPALAN: Badan yang mengurus pengungsi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras undang-undang yang disahkan oleh parlemen Denmark yang akan memungkinkan pemrosesan klaim yang diajukan oleh pencari suaka di luar Eropa, menyebutnya sebagai “pengunduran diri” dari tanggung jawabnya di bawah hukum internasional seperti yang dikutip dari Daily Sabah pada Jumat (4/6).

Denmark pada Kamis (3/6) mengesahkan undang-undang yang memungkinkannya memproses pencari suaka di luar Eropa, yang memicu kemarahan para pembela hak asasi manusia dan Komisi Eropa.

Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jika undang-undang itu berlaku, dapat menyebabkan pemindahan paksa pencari suaka dan pelepasan tanggung jawab Denmark untuk melindungi pengungsi yang rentan.

“UNHCR sangat menentang upaya yang berusaha untuk mengeksternalisasi atau mengalihdayakan suaka dan kewajiban perlindungan internasional ke negara lain,” katanya.

Badan tersebut telah berulang kali menyuarakan keprihatinan dan keberatannya terhadap proposal pemerintah Denmark dan menawarkan saran dan alternatif pragmatis.

Denmark sudah memiliki salah satu sikap paling keras di Eropa tentang imigrasi dan bertujuan untuk hanya menerima pengungsi di bawah sistem kuota PBB.

“UNHCR akan terus terlibat dalam diskusi dengan Denmark, yang tetap menjadi mitra berharga dan lama bagi UNHCR, untuk menemukan cara praktis ke depan yang menjamin kepercayaan rakyat Denmark dan menjunjung tinggi komitmen internasional Denmark,” kata Grandi.

Undang-undang baru akan memungkinkan Denmark untuk memindahkan pengungsi yang tiba di tanah Denmark ke pusat-pusat suaka di negara mitra untuk meninjau kasus mereka, dan kemungkinan mendapatkan perlindungan di negara itu. Denmark belum mencapai kesepakatan dengan negara mitra, tetapi mengatakan sedang bernegosiasi dengan beberapa negara kandidat. (Daily Sabah, Belva Dzaky Aulia)

Berita Terkait