Hari Lahir Pancasila

Joko Widodo: Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pengaruhi Masuknya Ideologi Transnasional

  • Whatsapp
Joko Widodo ketika memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Selasa (1/6).

JAKARTA-KEMPALAN: Hari lahir Pancasila merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia. Hari lahir Pancasila jatuh pada Selasa (1/6), yang mana pertama kali disahkan oleh Presiden pertama Indonesia, yaitu Ir. Soekarno.

Jika menilik sejarah, Ir. Soekarno membacakan pidato yang kontekstual pada 1 Juni 1945 dalam sidang yang bersejarah pada bangsa ini, yaitu siang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Dalam memperingati momentum bersejarah ini, Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia ikut menyemarakkan dan memberikan sambutan dalam upacara Hari Lahir Pancasila yang dibacakan di Istana Bogor.

Dalam sambutannya, ada pembahasan menarik yang dilontarkan oleh Joko Widodo. Dimana ia menjelaskan mengenai tantangan dari Indonesia di tengah era yang serba digital dan konstelasi global yang semakin kompetitif.

Menurut mantan Walikota Solo ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat mempengaruhi konstelasi dari masuknya ideologi. Ia menjelaskan bahwa di era yang serba digital, sangat memudahkan untuk melangsungkan intensitas interaksi, berorganisasi, dan berdialog dalam skala makro.

“Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antar dunia juga semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh ideolog-ideolog transnasional radikal untuk merambah ke semua pelosok Indonesia,” ucap Joko Widodo seperti yang disiarkan dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Ia mengutarakan bahwa era ini tentu telah mereduksi sekat-sekat yang tidak mengenal lokasi dan waktu. Akselerasi dari merebaknya ideologi radikal dapat masuk ke Indonesia dengan mudah akibat dari digitalisasi teknologi ini.

Menurutnya, perkembangan ideologi transnasional ini merupakan salah satu tantangan yang nyata dalam menjaga nilai-nilai Pancasila. Pasalnya, globalisasi dan interaksi lintas negara tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan.

Joko Widodo mengingatkan bahwa kita harus waspada dari eskalasi rivalitas yang kompetitif, terkhusus pada sektor persaingan antar perspektif, nilai-nilai fundamental, dan ideologis. Dimana ideologi transasional memiliki tendensi yang tinggi dalam memasuki sisi kehidupan masyarakat Indonesia. (Rafi Aufa Mawardi)

Berita Terkait