MINSK-KEMPALAN: Pengalihan rute penerbangan Ryanair oleh Belarusia minggu lalu dianggap oleh Thierry Breton, komisioner Uni Eropa (UE) sebagai tindakan pembajakan. Hal ini disampaikannya usai menemui penumpang pesawat itu di Lituania.
“Itu adalah peristiwa yang tidak dapat diterima. Ada pembajakan, tidak hanya pesawat UE dengan penumpang orang Eropa, tapi pembajakan nilai-nilai ke-Eropa-an dan kami tidak akan menoleransinya,” ujar komisioner itu pada Senin (31/5).
Ia mengatakan, Eropa telah diserang dengan tindakan pembajakan ini dan tidak akan membiarkannya begitu saja serta menambahkan UE sedang mempersiapkan sanksi ekonomi yang lebih banyak terhadap Belarusia.
Sementara itu, oposisi Belarusia yang mengasingkan diri, Svetlana Tsikhanouskaya bertemu dengan Presiden Kersti Kaljulaid dari Estonia pada hari yang sama untuk membahas sanksi ekonomi yang memungkinkan dari Uni Eropa.
“Lukashenka telah membawa Belarusia menuju jalan kehancuran dirinya sendiri untuk kejayaan dan kekuasaannya sendiri,” ujarnya dalam konferensi pers bersama dengan sang presiden Estonia.
Adapun, personel misi diplomatik Belarusia untuk NATO akan terkena sanksi berupa akses terbatas untuk akses menuju markas organisasi tersebut.
“Kami telah memutuskan untuk membatasi akses personel Belarusia ke markas NATO,” ujar Jens Stoltenberg, sekertaris jenderal NATO kepada peserta konferensi pers.
Di sisi lain, Air France membatalkan dua penerbangannya ke Moskow karena Rusia gagal untuk menerima rencana penerbangan yang menghindari melewati lintas udara Belarusia.
“Air France mengonfirmasi pembatalan penerbangan AF1154 dan AF1654 dari Bandara Charles de Gaulle Paris ke Moskow pada 31 Mei 2021 karena otorisasi dari pihak berwenang Rusia untuk memasuki wilayah baru tidak diberikan,” ujar maskapai itu. Badan penerbangan federal Rusia tidak memberikan komentar terhadap hal ini pada hari Senin. (TRT World, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi