SURABAYA-KEMPALAN: Adanya larangan mudik tidak membuat putra putri terbaik Ambon, Maluku memutus silaturahmi. Putra Maluku, khususnya para pemain legend Persebaya, NIAC Mitra, Gelora Dewata dan Petrokimia yang ada di Surabaya, Gresik, Sidoarjo seperti Ferrel Raymond Hattu, Yongky Kastanya, Maura Hally, Ronald “Koko” Pieterz, Sammy Pieterz, Chairil “Pace “Anwar, Nus Yadera, Aries Sainyakit, Imron Lestaluhu, dan Eduard Mangilomi punya
cara tersendiri untuk tetap bersilaturahmi dengan para putra Maluku di tanah perantauan.
Para legend ini lebih memilih untuk tidak mudik ke Ambon, Maluku. Mereka tetap tinggal di daerahnya, namun bisa bersilaturahmi. Yaitu dengan bermain bola sekaligus beramal dan sodaqoh.
Dalam silaturahmi yang diberi lebel Halal Bihalal ini, Putra Maluku menggelar pertandingan sepakbola trofeo dengan sesama legend dari ITATS dan Bama United di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Minggu (30/5) sore. Sebelum menggelar pertandingan, Putra Maluku memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim.
Ketua Paguyuban Putra Maluku Yongky Kastanya mengatakan, dengan adanya larangan mudik ini membuat para legend Persebaya, NIAC Mitra, Gelora Dewata dan Petrokimia Gresik sepakat bersilaturahmi di lapangan hijau dengan bermain sepakbola.
“Hanya ini yang bisa di lakukan Putra Maluku yang dulunya mengharumkan nama Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Mudik no, main bola yes,” kata mantan gelandang serang Persebaya di era tahun 1980-an ini.
Di laga trofeo ini, Putra Maluku tampil sebagai juara setelah menang 3-0 vs ITATS dan imbang 0-0 vs Bama United. Bama United runner up dari hasil menang 1-0 vs ITATS dan imbang 0-0 vs Putra Maluku. Sedang ITATS di urutan ketiga karena dua kali kalah. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi