Jumat, 10 Juli 2026, pukul : 19:18 WIB
Surabaya
--°C

Pendiri Gerakan Black Lives Matter Mengundurkan Diri, Bukan Karena Pembelian Rumah Mewah

WASHINGTON-KEMPALAN: Salah satu pendiri Black Lives Matter Global Network Foundation, Patrisse Khan-Cullors, meninggalkan gerakan itu setelah hampir enam tahun di posisi teratas, tetapi ia menegaskan kepergiannya tidak berhubungan dengan kontroversi baru-baru ini atas pembelian rumah mewahnya.

Cullors mengumumkan pada hari Kamis (27/5) bahwa dia akan “beralih” dari perannya di BLMGNF, dan fokus pada kesepakatan buku dan TV, menurut New York Post.

“Saya telah membuat infrastruktur dan dukungan, serta tulang dan fondasi yang diperlukan, sehingga saya dapat pergi,” katanya seperti yang dikutip Kempalan dari Russia Today. Ia juga menambahkan, udah waktunya dia untuk meninggalkan gerakan itu.

BLMGNF mengonfirmasi bahwa Cullors akan “beralih” dari perannya pada hari Jumat (28/5) dan dia menunjuk dua eksekutif senior untuk menggantikannya. Di antara prestasinya, yayasan itu mendaftarkan pembentukan PAC yang telah menyumbangkan $ 746.000 untuk “memilih kandidat pembebasan Kulit Hitam” dan menyumbangkan “hampir $ 25 juta untuk organisasi yang dipimpin oleh Kulit Hitam dan keluarga Kulit Hitam di seluruh negeri,” termasuk tiga juta dolar selama pandemi.

Awal tahun ini, catatan properti menunjukkan bahwa Cullors telah membeli empat rumah mewah senilai $ 3,2 juta, termasuk rumah senilai $ 1,4 juta di Topanga Canyon, daerah kaya di Los Angeles di mana populasinya hanya 1,4% berkulit hitam. Cullors bersikeras kepergiannya telah diupayakan untuk beberapa waktu, dan tidak ada hubungannya dengan kontroversi atas pembelian beberapa rumah multi-juta dolar baru-baru ini, hal itu menuai kritik terhadap Cullors.

“Itu adalah serangan sayap kanan yang mencoba mendiskreditkan karakter saya, dan saya tidak menjalankan apa yang dipikirkan pihak kanan tentang saya,” katanya.

Sebelum pergi, Cullors menunjuk Makani Themba dan Monifa Bandele sebagai eksekutif senior. Higher Ground Change Strategies, tempat kerja Themba saat ini, menggambarkannya sebagai “inovator keadilan sosial dan pelopor di bidang komunikasi perubahan dan strategi naratif.” Bandele menjalankan operasi harian di Time’s Up Foundation, sebuah proyek yang dijalankan oleh mantan kepala staf Michelle Obama, Tina Tchen.

“Dengan orang-orang yang cerdas, berpengalaman dan berkomitmen mendukung organisasi selama transisi ini, saya tahu bahwa BLMGNF berada di tangan yang tepat,” kata Cullors seraya menambahkan agenda yayasan itu tetap sama, untuk menghilangkan supremasi kulit putih dan membangun lembaga yang memberi jaminan kehidupan. (Russia Today, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.