JAKARTA- KEMPALAN: PT Multipolar merupakan perusahaan induk dari unit-unik usaha yang menjadi penguasa pasar di masing-masing segmentasi bisnis. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1975 ini, telah bertransformasi menjadi korporasi raksasa yang strategis dalam lingkup bisnis pada dimensi Ritel, Telekomunikasi, Multimedia, Investasi, dan Teknologi.
Di era disrupsi seperti sekarang, PT Multipolar mencanangkan akan fokus pada investasi dan menyuntikan dana ke berbagai perusahaan berkembang. Akan tetapi, indikator yang paling vital jika ingin disuntikan dana oleh perusahaan ini, yakni harus memiliki keterbukaan dalam sektor teknologi.
“Untuk beberapa tahun ke depan ini, kita memfokuskan investasi kita ke layanan konsumen yang berbasis teknologi, termasuk retail. Kita akan melihat startup, pelaku perusahaan yang ada sekarang ini, mana yang cocok, kami juga terus mencermati kebutuhan konsumen di Indonesia, mana yang cocok dengan kebutuhan yang ada,” ujar Agus Arismunandar selaku Direktur PT Multipolar secara daring, pada Selasa (25/5).
Agus juga menilai bahwa pasar ritel akan terus mengalami perkembangan. Tentu hal ini selaras dengan kuantitas dan jumlah dari penduduk Indonesia yang mengalami penetrasi secara gradual ini.
“Kalau kita lihat penduduk Indonesia 270 juta, kalau kita melihat penetrasi retail di Indonesia masih rendah, masih sekitar 19 persen, masih tergolong kecil di Filipina setahu saya di atas 30 persen, Malaysia bahkan di atas itu lagi, begitu juga Thailand. Singapura paling tinggi sudah mendekati 75 persen,” imbuhnya.
Ia melihat bahwa kondisi dewasa ini sebenarnya sangat positif jika dapat dimaksimalkan. Dimana generasi milenial secara gamblang sangat mendominasi pada populasi pasar. Yang mana menjadi harapan bagi PT Multipolar untuk dapat memaksimalkan segmentasi pasar ritel agar dapat terus maju dan berkembang. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi