Catatan: Prof Dr Sam Abede Pareno, MM,MH.
KEMPALAN: Selama bergaul karib dengan La Nyalla–meski tak pernah disampaikan pada saya–prinsip hidup atau filosofi hidup La Nyalla Mahmud Mattalitti (LNM) adalah keyakinan. Dalam setiap aktivitasnya, beliau selalu merujuk pada keyakinannya sehingga setiap keputusan yang ditetapkan olehnya berdasarkan keyakinan yang ada dalam akal dan hatinya.
Keyakinan adalah hasil olah akal atau olah pikir dan olah rasa atau hati.
Dalam Islam, dikenal melalui 3 tahap yaitu ilmul yaqin, ainul yaqin, haqqul yaqin. Ilmul yaqin diperoleh melalui proses berpikir, menimbang-nimbang sesuatu rencana keputusan selama berkali-kali sebelum berasumsi itu bahwa keputusan itu benar dari konteks logika. Kebenaran yang diperoleh pada tahap awal ini analog dengan hipotesis dalam ilmu pengetahuan. Hipotesis artinya dugaan sementara yang merupakan starting point dalam menentukan sesuatu, misalnya dalam perjuangan tertentu. Langkah kedua adalah melihat langsung apa yang telah diperoleh ilmul yaqin itu. Dalam filsafat disebut mazhab positivisme. Apakah logika atau nalar yang telah dimiliki benar-benar nyata sudah terbukti. Jika memang terbukti, berarti suatu ainul yaqin, yang berasal dari ‘ain = mata, dan yaqqin = yakin. Mazhab positivisme banyak dianut karena berdasar fakta, bukan khayal. Jika suatu cita-cita kemerdekaan harus diraih melalui perjuangan dengan mengorbankan tenaga, harta, dan nyawa, dan terbukti berhasil sepanjang sejarah, maka lahirlah apa yang disebut haqqul yaqin.
Bangsa Indonesia, mulai pejuang para pahlawan di masa lalu diantaranya Si Singamangaraja, Pattimura, Diponegoro, sampai perjuangan HOS Tjokroaminoto, dr Wahidin Sudirohusodo, R.A Kartini, bersambung di era Bung Karno dan Bung Hatta dan revolusi fisik 1945. Para pahlawan dan para pejuang benar-benar haqqul yaqin bahwa kemerdekaan pasti tercapai atas berkat rahmat Allah SWT. Apa yang terjadi atas bangsa Palestina dan kaum pendatang Yahudi juga karena mereka sana-sama haqqul yaqin bahwa tanah Palestina adalah anugerah Ilahi atas mereka.
Kalau sudah haqqul yaqin sulit meredam konflik mereka.
La Nyalla yang saya kenal selalu haqqul yaqin dalam setiap keputusannya, dan saya yakin demikian pula dalam pencalonannya sebagai presiden.
Biasanya, kalau beliau haqqul yaqin, maka dahulu beliau umrah atau minta restu para ulama. Dan keinginan beliau selalu berhasil. Insyaa Allah sahabatku.
Surabaya, 25 Mei 2021.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi