Minggu, 12 April 2026, pukul : 03:34 WIB
Surabaya
--°C

CEO Perusahaan Induk TikTok Mengundurkan Diri, Apa Alasannya?

JAKARTA-KEMPALAN: Di tengah hangatnya perbincangan mengenai aplikasi TikTok yang menjadi buah bibir hampir di seluruh dunia, ada kabar yang cukup mengejutkan. Dimana CEO perusahaan ByteDance yang menjadi core atau perusahaan utama dari aplikasi TikTok mengundurkan diri. Hal ini diinformasikan olehnya secara resmi dan menjadi trending topic di sosial media.

Pengunduran diri oleh Zhang Yiming selaku CEO ByteDance dinilai sangat mengejutkan. Dikarenakan aplikasi TikTok yang dinaungi oleh perusahaan ByteDance sedang mengalami pengingkatan dalam segi penggunaan oleh para pengguna di seluruh dunia.

Pria berumur 38 tahun ini, menginformasikan bahwa akan mengambil jobdest atau pekerjaan baru di perusahaan pada akhir tahun 2021 ini. Miliarder muda asal Tiongkok ini, menilai bahwa dirinya akan fokus pada strategi yang sifatnya jangka panjang.

“Sejak awal tahun ini, saya telah menghabiskan banyak waktu memikirkan tentang bagaimana mendorong terobosan jangka panjang yang nyata dengan lebih baik,” tutur Zhang Yiming dalam sebuah surat kepada karyawan yang diposting perusahaan kepada publik.

Zhang Yiming berujar bahwa keputusan ini dipilihnya atas dasar proses berpikir yang memakan waktu beberapa bulan terakhir. Ia sadar bahwa ini memiliki kapasitas serta keterampilan lain yang dapat diejawantahkannya di umur yang masih tergolong muda tersebut.

“Sebenarnya, saya kekurangan beberapa keterampilan yang membuat manajer ideal. Saya tidak terlalu sosial, lebih memilih aktivitas soliter seperti online, membaca, mendengarkan musik, dan melamun tentang apa yang mungkin dilakukan.” Jelasnya.

Untuk mengganti kursi CEO perusahaan ByteDance, nampaknya nama Liang Rubo selaku Kepada Departemen Sumber Daya Manusia dan juga ikut andil dalam mendirikan perusahaan ini, akan menjadi CEO yang baru.

Nama Zhang Yiming menjadi sebuah fenomena dalam dunia bisnis berbasis digital di era sekarang. Dimana banyak peran dan kinerjanya, serta keputusannya yang membuat perusahaan ByteDance menjadi besar seperti sekarang ini.

Contoh salah satu akuisisi yang paling menarik, yakni ketika aplikasi Musical.ly yang digabungkan ByteDance dengan TikTok. Popularitas aplikasi andalannya pun meledak, menjadi satu-satunya aplikasi buatan China yang mendapatkan daya tarik signifikan di luar negara asalnya.

ahkan setelah TikTok terlibat dalam pertempuran di Amerika Serikat tahun lalu karena dituduh menimbulkan risiko keamanan nasional, ia berhasil mencegah larangan tersebut dan menjadikan TikTok tetap populer. TikTok memiliki sekitar 100 juta pengguna di Amerika Serikat saja.

ByteDance juga dilaporkan sedang mempertimbangkan IPO besar-besaran. Bahkan, Bloomberg melaporkan perusahaan telah bernilai USD250 miliar (Rp3.591 triliun) dalam perdagangan pribadi. Sebuah angka yang cukup fantastis dalam konstelasi bisnis digital di era seperti sekarang. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.