Senin, 27 April 2026, pukul : 04:44 WIB
Surabaya
--°C

Pasca Lebaran, Jatim Catat Kasus Baru Konfirmasi Positif Covid19

SURABAYA-KEMPALAN: Pasca perayaan Lebaran Idul Fitri, Jatim mencatat kasus baru konfirmasi positif Covid19. Oleh karena itu, pengetatan dilakukan sebagai antisipasi kegiatan pasca Lebaran.

Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono, saat rapat evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro, Jumat (21/5) mengatakan ada indikasi kegiatan yang berpotensi terjadinya kerumunan. Dia menyebut Hari Raya Ketupat yang berlangsung hingga Minggu lusa, pasar kaget, tradisi larung laut, dan hajatan nikah di bulan Syawal. Objek wisata diprediksi juga masih ramai sehingga pengawasan akan terus dilaksanakan.

“Antisipasi arus balik yang daerahnya memiliki bandara, stasiun, KA, pelabuhan dan terminal bus. Yang terakhir adalah antisipasi kepulangan para santri di ponpes-ponpes pada 15 Syawal,” katanya.

Antisipasi ini dilakukan karena tidak ingin catatan positif penanganan kasus Covid-19 Jatim jadi menurun. Sebelumnya, angka kasus Covid-19 bisa menurun dengan dilakukannya penyekatan dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)-Mikro.

“Mudah-mudahan ke depan setelah perayaan Idul Fitri hingga ketupatan, masyarakat lebih disiplin dengan dikoordinasi masing-masing satgas,” ujarnya.

Ketua Tim Tracing Satgas Penanganan COVID-19 Jatim, Dr Kohar Hari Santoso, mengatakan, kasus baru hari ini di Jawa Timur sebanyak 25 persen. “Kasus konfirmasi bertambah sebanyak 259 orang, sembuh bertambah 243 orang, dan yang meninggal bertambah 21 orang,” tuturnya.

Sementara update zonasi Covid-19 Jawa Timur, dr. Kohar menyebut tidak ada wilayah zona merah. Adapun zona oranye tercatat 21 kabupaten, dan 17 kabupaten berzona kuning. Tren kasus covid-19 di Jawa Timur terkonfirmasi per bulan Januari 2021 sebanyak 6.853 dan ter-suspek 5.580.

Ditambahkannya, progress vaksinasi Indonesia, sejauh ini Jawa Timur menjadi contoh bagi kebanyakan daerah di Indonesia. “Per tanggal 20 Mei 2021 total masyarakat yang divaksin per provinsi 2,284.428 orang,” katanya.

Dikatakannya, banyak varian baru virus covid menjadi semakin berkembang kemudian masuk dan berkembang di Indonesia khususnya di Jawa Timur, sehingga menyebabkan banyaknya kasus covid semakin menyebar dan dapat menyumbang kasus kematian lebih banyak.

Contoh dari varian baru virus tersebut adalah, B. 1.1.7 berasal dari Inggris pada November 2020, dan memiliki resiko kematian lebih tinggi juga tingkat produksi 0,5x lebih tinggi dari varian normal.

Kemudian, B.1351 ditemukan di Afrika Selatan pada Oktober 2020, varian ini diduga dapat mempengaruhi penurunan efikasi vaksi covid-19 menurut jubir vaksin. Selain itu, varian ini juga memiliki pola mutasi yang berbeda dan menyebabkan lebih banyak perubahan fisik pada struktur protein lonjakan yang terjadi pada varian B.1.1.7.

Varian baru lainnya yakni B.1617 pertama kali diidentifikasi di India pada Desember 2020 dan menyebabkan tsunami covid-19 di India. Varian ini mampu untuk menghindari sistem kekebalan tubuh manusia dan memiliki kemampuan penularan lebih cepat dari variasi biasa. (Nani Mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.