Wawancara Kempalan.com dengan Ira Sharkansky
TEL AVIV – KEMPALAN: Kasus kekerasan antara Palestina dan Israel sudah berjalan cukup lama akhir-akhir ini dengan korban berjatuhan dari kedua pihak, mayoritas penduduk Palestina. Melihat dari sudut pandang Israel, Kempalan mewawancarai Ira Sharkansky, Profesor Emeritus Departemen Ilmu Politik, The Hebrew University of Jerusalem.
“Ada banyak konflik antara Israel dan Palestina, konflik antara Israel dan Hamas, dan pemimpin Palestina telah menahan diri untuk masuk ke dalamnya secara paksa, dan Hamas pada umumnya dilihat sebagai organisasi teroris yang telah memisahkan diri mereka dari orang Palestina,” ujar Ira.
“Biasanya ada perdamaian antara Israel dan Tepi Barat, dan ada perpecahan antara Tepi Barat dan Gaza, Gaza dikuasai oleh Hamas dan Tepi Barat dikuasai oleh Fatah,” tambah profesor emeritus itu seraya menambahkan bahwa Fatah dan Hamas adalah musuh bebuyutan.
Menurutnya, perpecahan di antara keduanya memunculkan banyak pertanyaan orang Israel mengenai Palestina, karena banyak organisasi di negara tersebut.
Ketika ditanya mengenai kenapa ia menganggap Israel adalah organisasi yang penuh kekerasan, Ira berpendapat bahwa tidak ada kepemimpinan yang kuat di dalam Hamas, dan jika ada hal yang sama di dalamnya adalah “ideologi yang bersandar pada kekerasan, kendali atas penduduk, dan permusuhan terhadap Israel.”
Berkaitan dengan penolakan Netanyahu atas seruan Presiden AS Joe Biden akan gencatan senjata, profesor tersebut menjawab, “kabinet sedang rapat.” Ia menambahkan, ada sentimen yang mengganggu di dalam kabinet sehingga respon Netanyahu kepada Biden dan pemimpin negara lain bahwa negaranya akan melanjutkan kekerasan.
“Tapi sekarang tampaknya ia siap melaksanakan gencatan senjata, pertanyaannya adalah gencatan senjata macam apa, jika Israel (melakukan) gencatan senjata, akankan Hamas (juga melakukan) gencatan senjata atau pun kelompok yang terkait dengan Hamas melanjutkan kekerasan,” tambahnya.
Sementara itu, berkenaan tindakan Pemerintah Israel yang menggunakan dalil Alquran dalam membenarkan tindakannya, Ira menjawab bahwa pemerintahnya hanya ingin melindungi penduduknya.
“mereka melawan kekerasan Hamas, Hamas lah yang memulainya, ialah memungkinkan untuk mengatakan bahwa (ada) seseorang yang memulainya, ini adalah pertanyaan yang terbuka, susah untuk mengatakan siapa yang memulainya, karena ada ketegangan antara Israel dan Palestina, dan sesekali ada percikan yang pada akhirnya meledak, ledakan dalam kasus ini, nampaknya serangan Hamas atas Yerusalem dan ini membuat respon keras Israel yang sudah terjadi selama sepuluh hari terakhir,” tambahnya.
“Ialah orang Yahudi yang berada di luar negeri yang kritis terhadap Pemerintah Israel, tapi penduduk Israel sangat mendukung pemerintahnya, dan pastinya jika kita bisa mengumpulkan komentar dari sini dan sana, nampaknya penduduk (Israel) tidak ingin menghentikan pertempuran,” tutup Ira. (reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi