JAKARTA-KEMPALAN: Hari Keluarga Internasional atau International Day of Families merupakan hari momentual yang dirayakan secara global pada, Sabtu (15/5). Momentum ini sebagai hari yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1993 silam.
Hari Keluarga Internasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang masalah yang berkaitan dengan keluarga. Selain itu bertujuan juga untuk meningkatkan pengetahuan tentang proses sosial, ekonomi dan demografi yang memengaruhi keluarga.
Keluarga dipercaya adalah elemen terpenting dari masyarakat dan solidaritas sosial. Hari Keluarga Internasional diwakili dengan simbol hati yang tersambung dengan bentuk atap rumah di bagian atasnya di dalam lingkaran hijau.
Merespons Hari Keluarga Internasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset-Teknologi melalui Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan di mana teknologi menjadi instrumen vital yang acap kali berada di lingkungan keluarga.
“Tapi teknologi bisa membantu guru-guru kita untuk mencapai tujuan-tujuan dengan lebih baik,” ucap Iwan Syahril selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, seperti dikutip dari akun Instagramnya, pada Minggu (16/5).
Dalam keadaan yang semakin modern, teknologi seakan sebagai komponen yang menyertai berbagai kegiatan edukasi. Apalagi di kondisi pandemi Covid-19, dimana proses pembelajaran telah bergeser total. Proses pembelajaran yang secara normatif tatap muka harus berubah dengan media daring.
Proses pembelajaran secara daring yang sudah berjalan satu tahun terakhir, memberikan peranan penting bagi sosok keluarga untuk membimbing anak dalam menjalankan kegiatan pembelajaran. Selain itu, keluarga juga menjadi variabel pertama yang memberikan pengaruh signifikan terhadap tumbuh kembang anak.
Oleh karena itu, momentum Hari Keluarga Internasional harus menjadi refleksi bagi kita semua dalam melihat peranan kelurga yang sangat penting. Iwan berharap agar kita dapat menciptakan keharmonisan dalam keluarga, agar berbanding lurus dengan karakter positif yang muncul dalam organisasi terkecil ini. Jadikan momentum ini sebagai hari-hari yang penuh makna. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi