Jumat, 17 April 2026, pukul : 13:23 WIB
Surabaya
--°C

Startup pada Sektor Agrikultur Wajib Lakukan Inovasi Teknologi

JAKARTA – KEMPALAN: Perusahaan rintisan atau startup di Indonesia makin mengalami banyak perkembangan. Salah satu yang menjadi startup dengan jumlah terbesar adalah yang bergerak di bidang agrikutultur (Agritech). Namun, ditengah pandemi Covid-19 para startup mengalami beberapa persoalan yang lumayan kompleks.

Dalam kasus ini, startup Agritech harus melakukan beberapa transformasi dalam berbagai hal untuk meningkatkan penjualan. Teknologi dipercayai sebagai sebuah solusi dalam memecahkan permasalahan ini. Teknologi menjadi sarana yang memudahkan para pelaku usaha untuk melakukan penjualan.

Hal ini diafirmasi oleh Heru Sutadi selaku Directur Eksekutif ICT Insititue. Dimana ia menjelaskan bahwa startup Agritech harus mengejawantahkan tiga teknologi inovatif ini. Yakni, internet untuk segala (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan analitis maha data (big data analytics),

“Ketiga teknologi ini memberikan kontribusi lebih pada sisi mengembangkan agrikulturnya itu sendiri agar terintegrasi untuk melihat kondisi eksisting, kebutuhan pasar dan apa yang dapat dilakukan dalam memenuhi kebutuhan pasar yang berbeda di Nusantara ini,” jelas Heru Sutadi, Minggu (9/5).

Selanjutnya, Heru mengutarakan bahwa anggaran untuk mengimplementasikan teknologi Artificial Intelligence dan Big Data bagi para pelaku usaha memang tergolong besar. Akan tetapi, teknologi tersebut akan menjadi komponen investasi yang terasa kecil.

Edward Ismawan Chamdani selaku Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia (Amvesindo), mengungkapkan bahwa peran kecerdasan buatan dan maha data sangat penting terkait dengan konsistensi kualitas, optimasi yield, skalabilitas berbanding lurus dengan kualitas, dan mulus dan cepatnya sertifikasi dalam skala besar.

“Peran serta perangkat IoT dan otomatisasi tentu membuat pekerjaan rutin bisa dilakukan oleh mesin. Momentum Lebaran bisa meringankan beban para petani di lapangan untuk bisa berkumpul dengan keluarga,” katanya.

Berdasarkan data Statista, pasar mahadata atau big data dan analisis bisnis global bernilai US$169 miliar pada 2018 dan diperkirakan akan tumbuh menjadi US$274 miliar pada 2022. Sementara itu, data Statistika juga menuliskan pasar kecerdasan buatan (AI) global diperkirakan akan tumbuh pesat dan mencapai sekitar US$126 miliar pada 2025. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.