Jumat, 17 April 2026, pukul : 17:53 WIB
Surabaya
--°C

Negara Arab dan Lembaga Islam Serukan Kecaman kepada Israel

RIYADH-KEMPALAN: Beberapa negara Arab dan lembaga Islam terkemuka pada Sabtu (8/5) mengecam penggusuran Israel untuk Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki serta serangan terhadap jamaah yang melakukan sholat di Masjid Al-Aqsa yang menimbulkan bentrokan di Yerusalem.

Jumat (7/5) malam, jumlah orang Palestina yang terluka meningkat menjadi 205 dalam serangan Israel di Masjid Al-Aqsa, Gerbang Damaskus Kota Tua dan distrik Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur.

Melansir dari Anadolu Agency, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk tindakan sepihak Israel karena merusak kesempatan untuk melanjutkan pembicaraan damai.

“Kami menolak rencana dan tindakan Israel untuk menggusur rumah-rumah Palestina di Yerusalem dan untuk memaksakan kedaulatan Israel pada mereka,” katanya.

Kementerian Luar Negeri Mesir mengecam pembobolan Masjid Al-Aqsa oleh pasukan Israel dan serangan terhadap jamaah.

“Pemindahan keluarga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah merupakan pelanggaran resolusi legitimasi internasional dan hukum humaniter internasional,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Luar Negeri Kuwait juga mengecam insiden di masjid tersebut dan menganggapnya sebagai tantangan terang-terangan bagi perasaan umat Islam dan aturan hak asasi manusia.

Mereka meminta otoritas Israel bertanggung jawab atas eskalasi berbahaya dan konsekuensi yang mungkin ditimbulkan.

Sementara itu, Universitas Al-Azhar Mesir, tempat tertinggi pendidikan Muslim Sunni, mengecam serangan terhadap jamaah dan menganggapnya sebagai “terorisme Zionis brutal dalam terang kebungkaman internasional yang memalukan” terhadap apa yang terjadi di Yerusalem.

Sementara itu, Persatuan Islam untuk Cendekiawan Muslim (IUMS) memuji ketabahan warga Yerusalem Palestina dalam menghadapi agresi Israel dan berencana untuk mengusir mereka dari rumah mereka.

Sekretaris Jenderal IUMS Ali Qaradaghi mendorong dunia Muslim untuk mendukung perjuangan Palestina secara material dan moral, mengingat dukungan tersebut merupakan kewajiban dan kebutuhan keagamaan. (Anadolu Agency, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.