Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 03:19 WIB
Surabaya
--°C

Godaan di Akhir Ramadhan

Oleh:  Ferry Is Mirza

Wartawan Utama, Pengurus PWI Jawa Timur

KEMPALAN: Alhamdulillah sudah masuk hari ke 26 Ramadhan. Di hari hari menjelang akhir bulan suci ini, selain kita perlu meningkatkan ibadah –seperti catatan kemarin–kita juga harus melawan godaan.

Perihal godaan ini sebenarnya kerap muncul sejak awal Ramadhan, tapi, berhubung semangat beribadah sedang tinggi-tingginya maka godaan itu mudah saja dihindari.

Menjelang akhir Ramadhan terutama fase hari terakhir, godaan itu benar-benar mengusik iman. Sebuah fase yang harusnya ibadah diperbanyak untuk mempersiapkan kedatangan Lailatul Qodar, tapi, justru godaan-godaan itu bisa lebih sukses menghalangi atau menunda kita untuk ibadah.

Apa sajakah godaan itu ?

1. Malas

Penyakit ini memang sudah umum. Tanpa harus di bulan Ramadhan pun banyak bermunculan menggoda manusia. Idealnya grafik kualitas dan kuantitas ibadah di bulan Ramadhan itu menanjak naik, tapi kalau sindrom ini menyerang justru berakibat sebaliknya. Semakin lama semakin menumpuk dan menjelang hari terakhir bisa mencapai titik terendah.

2. Kumpul-kumpul bersama teman

Fase hari terakhir Ramadhan identik dengan liburan. Yang mahasiswa atau yang kerja di perantauan kembali ke kota asal, lalu janji bertemu melepas rindu setelah sekian lama tak bertemu. Yang umum dilakukan adalah menggelar acara buka bersama lalu dilanjutkan dengan bincang-bincang sampai malam. Di sinilah ibadah rawan dilalaikan atau biasanya tertunda. Sholat maghrib terlambat, teraweh lewat, tapi ya syukur-syukur kalau dilakukan walau di rumah saja.
Ini ada hubungannya sama point ke-1. Sesuatu pekerjaan yang ditunda itu biasanya akan memunculkan malas dan akhirnya berujung pada penundaan berkepanjangan yang berakibat tidak terealisasinya pekerjaan itu.

3. Berbelanja

Entah mengapa kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri itu biasanya meningkat. Akhirnya kita sibuk belanja ini itu, beli pakaian baru, makanan lebaran, dan sebagainya. Misalkan belanja kebutuhan pokok yang perlu ya sah-sah saja, tapi kalau cuma belanja sesuatu yang sebenarnya kurang dibutuhkan sebaiknya tidak usah. Jadi waktu ibadahnya tidak tersita sia-sia.

4. Jalan-Jalan

Nah ini merupakan lanjutan dari point ke-2. Modusnya ya setelah kumpul bersama teman-teman, lanjut buka bersama, dan selanjutnya tidak afdhol rasanya kalau tidak jalan-jalan atau nongkrong untuk melepas rindu. Ini membuat yang biasanya aktif terawih di masjid mendadak cuti. Syukur-syukur setelah kumpul-kumpul terawih tetap jalan, kalau tidak, berarti dapat sindrom malas sesuai point 1 diatas.

5. Mudik

Bagi orang-orang perantauan yang jauh dari sanak keluarga biasanya mudik dilakukan sebelum hari raya. Tapi khusus hal ini memang membutuhkan perencanaan dan persiapan tersendiri. Tujuannya jelas silaturahim dengan keluarga, hanya saja ada baiknya ibadah seperti i’tikaf, qiyamul lail, tilawah tidak ditinggalkan karena sibuk bersilaturahim. Walau mungkin porsinya tidak sebanyak biasanya tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.

Itulah 5 godaan di hari hari terakhir Ramadhan. Bukan maksud nyindir atau apa tapi tulisan ini sebagai introspeksi dan peringatan agar di sisa Ramadhan yang tinggal empat hari lagi, godaan-godaan ini dapat dihindari untuk mendapatkan kualitas ibadah yang maksimal.

In syaa Allah bermanfaat dan sehat wal afiat. Aamiin…. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.