KEMPALAN: Nabi Ibrahim A.s. adalah sumber dari dua agama besar di dunia, Islam dan Kristen. Menurut Alkitab, Ibrahim adalah pengembara di Timur Tengah yang selama Zaman Perunggu yang membuat perjanjian dengan Tuhan dan mengarah pada pembentukan Israel.
Kisah tersebut dapat ditemukan di Perjanjian Lama dari umat Kristen, sementara dalam Islam, Nabi Ibrahim bersama anaknya, Nabi Ismail disebut sebagai nenek moyang dari orang Arab. Maka dari itu, ia dianggap sebagai penghubung penting dari tiga agama (termasuk Yahudi) yang seringkali disebut sebagai agama Ibrahimiah (agama Samawi).

Pertanyaan besarnya adalah apa bukti yang ada diluar Kitab Suci berkenaan dengan keberadaan Nabi Ibrahim?
Ibrahim dikisahkan hidup pada zaman para leluhur yang sejumlah kepercayaan menghubungkannya dengan Zaman Perunggu, sekitar milenium kedua sebelum masehi.
Cendekiawan asal Kanada, John Van Seters dalam karyanya tahun 1975 “Abraham in History and Tradition” menyebutkan Nabi Ibrahim adalah ciptaan pada Zaman Besi berdasarkan pada isi, nama, dan pesan dari kisah-kisahnya. Tetapi, tentu saja, ada orang yang memperdebatkan bahwa catatan dalam Perjanjian Lama tentang kehidupan Ibrahim didasarkan pada kenyataan.
Dan bahkan mungkin ada bukti arkeologis untuk mendukung klaim ini, menurut Tom Meyer, profesor studi Alkitab di Shasta Bible College dan Sekolah Pascasarjana di California, AS. Ia mengatakan pada Express, telah ditemukan bukti arkeologi yang berkaitan dengan Nabi Ibrahim.
“Kurangnya bukti arkeologis yang berhubungan langsung dengan Ibrahim seharusnya tidak mengejutkan karena, menurut Alkitab, Abraham adalah seorang gembala yang tinggal di tenda semi-pengembara; ia tidak pernah tinggal di sebuah rumah dengan fondasi, tetapi melakukan perjalanan ke berbagai bagian Kanaan selama waktu yang berbeda sepanjang tahun 4.000 tahun yang lalu menurut kronologi Alkitab,” ujar profesor itu.
Ia menyuruh untuk mempertimbangkan bahwa hanya ada sedikit bukti arkeologis Napoleon dan pasukannya pernah melakukan perjalanan ke Mesir melalui Tanah Suci pada tahun 1799 M, karena seperti Nabi Ibrahim, mereka tinggal di tenda saat itu.
“Satu-satunya alasan kita dapat mengetahui dengan pasti bahwa Napoleon dan pasukannya benar-benar pergi ke Tanah Suci adalah karena catatan tertulis dari sejarawan Napoleon membuktikan fakta tersebut,” tambah Tom Meyer.
Jadi, menurutnya, tidak mengejutkan jika bukti arkeologis dan catatan Kitab Suci mengenai Ibrahim yang menyelamatkan keponakannya, Luth di kota Den adalah sesuatu yang harmonis seraya menggarisbawahi penemuan menarik pada sebuah ekskavasi arkeologis yang dipimpin oleh Departemen Barang Antik dari Israel di Tel Dan pada 1960-an.
Kota kuno yang juga dikenal sebagai Tell el-Qadi berada di bagian paling utara dari Israel dimana Alkitab mengatakan bahwa daerah tersebut ditempati oleh Suku Dan.
Menurut Profesor Meyer, arkeolog di situs tersebut menemukan benteng raksasa di sekitar kota kuno yang membutuhkan kisaran 80.000 ton tanah dan batu. Para ahli percata penemuan ini memiliki kaitan kuat dengan Ibrahim karena ia mungkin telah berjalan melalui gerbang tanah liat dari benteng itu untuk menyelamatkan Nabi Luth.
Gerbang tersebut telah dipugar pada tahun 2000-an dan telah menjadi destinasi wisata yang dikenal sebagai Gerbang Ibrahim.

Ia menambahkan, gerbang itu dibuat dari batu-bata lumpir dengan tangga batu didekatnya, adapun gerbang itu berdiri setinggi 23 kaki dan tediri dari dua menara. Sekitar 50 rangkaian batu bata dari lumpur diawetkan dan sisa-sisa kapur dan plester berumur hampir 4.000 tahun masih menempel pada sambungan antar lapisan.
“Pemeriksaan terhadap pecahan tembikar yang ditemukan pada komposisi batu bata lumpur, pecahan pot yang ditemukan di anak tangga, dan di lantai gerbang itu sendiri secara meyakinkan menunjukkan tanggal gerbang tersebut pada zaman Ibrahim,” tambahnya.
Ia mengatakan, karena alasan yang tidak diketahui, gerbang tersebut sudah lama tidak digunakan dan lorong serta ruangan diisi dengan tanah yang telah dipadatkan, serta seluruh struktur sudah terkubur sementara gerbang lain dibangun di atasnya.
“Keputusan itu telah melestarikan gerbang untuk dikunjungi dunia hari ini; seseorang dapat berjalan di tangga batu yang sama dan melalui gerbang yang sama yang Abraham lakukan 4.000 tahun yang lalu,” ujar profesor tersebut. (Express, reza m hikam)

Bgimana agama Kristen disebut agama Ibrahimiyah …??. Mirip sj tidak .
Agama Ibrahim menyembah Tuhan pencipta langit dan bumi , bintang dan matahari .
Sedang agama Kristen menyembah Yesus , org dr bangsa Yahudi , anak Maria dan Yusuf .
Jangan hanya krn disebut dlm Kitab nya, terus berarti sama ..!!.