Minggu, 7 Juni 2026, pukul : 03:28 WIB
Surabaya
--°C

Blinken: AS Pertimbangkan Bantuan Militer Tambahan pada Ukraina

WASHINGTON-KEMPALAN: Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan negaranya sedang mempertimbangkan untuk memenuhi permintaan Ukraina atas bantuan militer tambahan guna menghadapi agresi Rusia setelah penambahan pasukan di perbatasan kedua negara itu.

Pemerintah Ukraina meminta sistem pertahanan udara dan teknologi anti-sniper AS bersama dengan kemungkinan penurunan rudal Patriot di Ukraina.

Hal ini disampaikan Blinken kepada Kantor Berita Radio Free Europe/Radio Liberty pada Kamis (6/5) usai bertemu dengan pimpinan negara tersebut, termasuk Presiden Volodmyr Zelenskiy bahwa Pentagon “sedang mencari bantuan tambahan–lebih dari bantuan yang sudah kami sediakan, termasuk persenjataan, akan sangat membantu Ukraina sekarang. Itu adalah pertimbangan yang aktif.”

AS sendiri telah menyediakan bantuan sebesar $5 juta dalam bentuk bantuan kemanusiaan, persenjataan, dan keuangan–termasuk senjata anti-Tank ke Ukraina semenjak 2014, saat Rusia mencaplok Krimea dan mendukung kelompok separatis di dua provinsi timur Ukraina yang memicu peperangan yang menelan 13.000 korban jiwa.

BACA JUGA  Iran Ancam Tinggalkan Negosiasi, Trump Ngamuk ke Netanyahu: Kamu Gila, Semua Orang Sekarang Benci Israel!

Ini adalah kunjungan pertama Blinken ke Ukraina semenjak diposkan Presiden Biden di Kementerian Luar Negeri AS hanya beberapa minggu usai Rusia mengirimkan 100.000 tentaranya ke perbatasan Ukraina yang dianggap Amerika sebagai tindakan provokasi.

“Rusia memiliki kapasitas dalam waktu yang sangat singkat untuk mengambil tindakan agresif lebih lanjut, jadi kami sangat waspada tentang itu … dan juga memastikan bahwa kami membantu Ukraina memiliki sarana untuk mempertahankan diri,” kata Blinken seperti yang dikutip Kempalan dari wawancara RFE/RL.

Ia juga mengatakan bahwa AS akan “mempertimbangkan segala opsi yang masuk akal” untuk membantu Ukraina menghadapi Rusia, namun ia tidak berkomentar tentang permintaan Ukraina pada negaranya untuk mengeluarkan Rusia dari sistem keuangan SWIFT.

BACA JUGA  Momen Kelulusan di Harvard University, Mahasiswi Baca Al-Qur’an

Diplomat AS itu juga mengatakan bahwa AS tidak mencari eskalasi ketegangan dengan Rusia dalam perkara ini. Namun ia juga mengatakan bahwa Amerika menolak konsep “lingkup pengaruh” dan akan merespon tindakan agresif Rusia yang mengancam kepentingan AS dan sekutunya.

“Jika kita membiarkan prinsip-prinsip itu [tanpa pengaruh] dilanggar dengan impunitas, maka itu akan mengirim pesan, tidak hanya ke Rusia. Ini juga akan mengirim pesan ke bagian lain dunia, bahwa itu aturan tidak masalah, bahwa negara dapat berperilaku apapun yang mereka inginkan,” ujarnya.

Baginya, hal itu adalah “resep untuk sistem internasional yang sudah runtuh.” (RFE/RL, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.