LONDON- KEMPALAN: Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi dan mitranya dari Korea Selatan Chung Eui Yong tetap berselisih pada Rabu atas masalah yang melibatkan sejarah masa perang dan keputusan Tokyo untuk melepaskan air radioaktif yang diolah ke laut.
Melansir dari Kyodo News, dalam pertemuan menteri luar negeri pertama antara kedua tetangga sejak Februari tahun lalu, Motegi menuntut agar Korea Selatan secepatnya memberikan solusi yang dapat diterima Jepang terkait dengan tenaga kerja masa perang dan masalah “wanita penghibur”, ungkap Kementerian Luar Negeri Jepang.
Di sisi lain, Chung, mengatakan tidak mungkin bagi kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah kecuali Jepang memiliki persepsi sejarah yang “benar” terhadap Korea Selatan, kata Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.
Motegi juga menyatakan keprihatinan tentang komunikasi eksternal Seoul yang memperkuat penentangannya terhadap keputusan Tokyo melepaskan air radioaktif yang diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi yang lumpuh ke laut, menurut kementerian Jepang.
Chung menyuarakan “keprihatinan mendalam” bahwa Jepang membuat keputusan tentang pembuangan air limbah yang direncanakan tanpa konsultasi sebelumnya secara memadai dengan negara-negara tetangga, kata kementerian Korea Selatan, menurut Kantor Berita Yonhap.
Motegi mengatakan Jepang akan terus memberikan informasi kepada Korea Selatan dan pihak lain tentang masalah tersebut.
Pada pertengahan April, Presiden Korea Selatan Moon Jae In menginstruksikan pejabat pemerintah untuk secara aktif mempertimbangkan cara untuk membawa keputusan Jepang ke Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut dalam upaya untuk menghentikan tetangganya membuang air olahan itu ke laut. (Kyodo News, Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi