Menu

Mode Gelap

kempalanews · 4 Mei 2021 13:39 WIB ·

Warga Wonokromo Belum Tersosialisasikan Aplikasi Wargaku, Pimpinan Dewan Luncurkan ‘Wadul Bu Reni’


					Warga Wonokromo Belum Tersosialisasikan Aplikasi Wargaku, Pimpinan Dewan Luncurkan ‘Wadul Bu Reni’ Perbesar

SURABAYA-KEMPALAN: Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti yang melakukan jaring aspirasi masyarakat, Reses Tahun II Masa Persidangan III Tahun 2021 di Gedung Serba Guna Wonokromo SS, Senin (3/5) petang.

Di sana dia banyak menerima keluhan warga soal pemberdayaan masyarakat, utamanya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Dari aspirasi yang disampaikan warga tadi, masalah UMKM banyak yang ditanyakan. Utamanya usaha mikro yang jualannya seperti pracangan. Mereka sangat membutuhkan bantuan modal,” ujarnya.

Dia mengatakan, sebenarnya dari pusat ada program bantuan produktif atau bantuan langsung tunai (BLT) UMKM sebesar Rp 2,4 juta. Dan, bantuan tersebut sempat ditanyakan warga Wonokromo. Ini karena mereka tidak dapat bantuan tersebut.

Menurut Reni yang juga politisi PKS ini, selama data-datanya ada dan anggaran dari pusat itu kuotanya terbatas, maka tak ada salahnya Pemkot Surabaya memberikan bantuan dari APBD untuk pelaku UMKM. Apalagi, di masa pandemi Covid-19, itu dibolehkan untuk pemulihan ekonomi.

“Jadi nanti ada program yang dapat bantuan dari pusat, dibantu pusat Sementara yang tidak tercover oleh pusat dibantu oleh APBD. Itu memang by data dan ketika disurvei benar-benar ada usaha, “ jelas Reni.

Soal Jembatan Sawunggaling yang baru diresmikan dan lokasinya berdekatan dengan warga Wonokromo, Reni mengaku merasa senang dan bangga. Tapi, Reni lebih mendorong pemanfaatan untuk ekonomi.

“Jika ini bisa optimal, artinya Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan terminal intermoda Joyoboyo semakin ramai, maka harapannya UMKM di sana bisa tumbuh. Sehingga nantinya UMKM warga Wonokromo bisa terserap kesitu, ” tandas Reni.

Selain itu pada reses kali ini, Reni meluncurkan program ‘Wadul Bu Reni’. Dan program ‘Wadul Bu Reni’ sifatnya adalah mendengar dan melayani rakyat. Karena semangat dari DPRD itu adalah banyak mendengar dan kemudian melayani.

“Rakyat sangat membutuhkan itu. Kalau hanya mengandalkan reses yang waktunya cukup singkat, kan tak bisa semua aspirasi tersampaikan, ” ungkap dia.

Lebih jauh, Reni menyatakan jika program ‘Wadul Bu Reni’ akan menjadi program sepanjang waktu yang memberikan kesempatan kepada warga untuk menyampaikan aspirasi atau keluhannya.

Pemkot Surabaya sebenarnya sudah memiliki aplikasi ‘Wargaku’. Dan program ‘ Wadul Bu Reni’ ini lebih melengkapi. Jikalau warga kesulitan mengadu ke pemkot, mereka bisa menyampaikan ke ‘Wadul Bu Reni’.

Teknisnya? ” Saya sudah bikin hotline. Ini sangat mudah dan sederhana. Warga Surabaya bisa menyampaikan keluhannya lewat whatsApp (WA), ” imbuh dia.

Pada reses di Wonokromo tersebut, Reni sempat mengecek dan menanyakan ke warga, apa ada yang sudah tahu aplikasi ‘ Wargaku’ yang merupakan program Pemkot Surabaya.Tapi jawaban warga sungguh sangat mengejutkan Reni, karena mereka tidak tahu aplikasi ‘ Wargaku’ itu. Ini artinya program tersebut kurang sosialisasi ke masyarakat.

“Saat saya tanya, yang tahu hanya Pak RW. Sementara warga yang lain tidak mengerti. Sebenarnya ini (aplikasi Wargaku dan Wadul Bu Reni) ini cukup bagus. Karena ada pilihan-pilihan bagi warga untuk menyalurkan keluhannya, ” tutur Reni.

Dia mengakui, sebenarnya ‘Wadul Bu Reni’ ini mungkin hanya menguatkan pada sisi judul semata. Lantaran dari sisi substansi, sebenarnya selama ini Reni sudah sering atau banyak sekali menerima pengaduan maupun usulan -usulan dari warga.

“Yang disampaikan warga itu semua adalah persoalan yang menjadi kewenangan Pemkot Surabaya. Misalnya ada jalan berlubang, silakan sampaikan ke ‘Wadul Bu Reni’ dan nanti saya akan datangi di mana lokasinya. Karena saya banyak temui kasus pemotor terluka akibat terjatuh di jalan lubang. Tapi sekarang ini jalan berlubang relatif hampir tak ada, ” pungkas dia.

Sementara Ketua LPMK Kelurahan Wonokromo, Moch Unsi Fauzi mengapresiasi Reni Astuti yang intens turun ke Wonokromo.

“Selaku tokoh masyarakat kami apresiasi apa yang dilakukan Bu Reni di Kelurahan Wonokromo ini,” ucap dia.

Fauzi menuturkan setiap reses Bu Reni pasti datang ke wilayah Wonokromo. Selain itu, jika ada keluhan dari warga, bukan timnya yang turun, tapi Bu Reni sendiri yang turun langsung ke lapangan.

Ditanya keluhan warga Wonokromo yang disampaikan pada reses Reni Astuti kali ini, Fauzi yang juga Ketua Forum Komunikasi (Forkom) LPMK se-Surabaya menjelaskan, keluhan warga yang disampaikan lebih banyak soal pemberdayaan masyarakat.

“Ini karena infrastruktur di Kelurahan Wonokromo sudah bisa dikatakan cukup bagus. Jadi, sambatan warga lebih pada sisi pemberdayaan ekonomi, “tandas dia. (bam)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bambang Haryo Gandeng DLU Holding Salurkan Bantuan Gempa Cianjur

28 November 2022 - 10:57 WIB

Sekdaprov Adhy Puji Kontribusi Jatim untuk Produksi Kopi Indonesia dan Dunia

28 November 2022 - 09:45 WIB

Tantangan dan Peluang Komunikasi di Era Digital, Orasi Ilmiah Eri Cahyadi di Wisuda Stikosa-AWS

28 November 2022 - 06:03 WIB

2 Tahun, Pemkot Surabaya Berhasil Turunkan Sekitar 11 Ribu Kasus Stunting

27 November 2022 - 20:25 WIB

Program ”Surabaya Bergerak” Tingkatkan Gotong Royong dan Kepedulian pada Lingkungan

27 November 2022 - 20:18 WIB

Bukan Main! Jatim Borong 27 Trophy Apresiasi GTK Inspiratif 2022

27 November 2022 - 19:27 WIB

Trending di kempalanews