KEMPALAN: PANDEMI Covid-19 yang berlangsung hingga sekarang ini ikut pula mengguncang usaha balon promosi. “Kegiatan yang dilakukan Event Organizer dan biro iklan di masa Covid-19, sangat menurun drastis. Kondisi ini sangat berimbas atas bisnis kami,” komentar Henny, Manajer Sales & Marketing Balon Angkasa, Senin sore (3/5).
Mau tidak mau, lanjut Henny, pihaknya dituntut untuk mengatur strategi khusus. Pasalnya, merosotnya penjualan di Balon Angkasa mencapai angka 70 persen.
Toh, manajamen Balon Angkasa tetap percaya diri bahwa kondisi buruk ini hanya bersifat sementara waktu saja. “Kalau wabah Covid-19 sudah dalam batas normal, tentu bisnis kami juga kembali normal,” jelas Henny.
Balon Angkasa sendiri beroperasi sejak 1978. Karena itulah perusahaan ini disebut-sebut sebagai pionir bisnis balon promosi di Indonesia. Banyak perusahaan multinasional, event organizer, dan biro iklan terkenal yang menyerahkan orderannya ke Balon Angkasa.
Belum lama ini, misalnya, wahana wisata top The Lodge Maribaya di Cibodas, Lembang (Bandung) mempercayakan pembuatan balon selfie raksasanya ke Balon Angkasa. Balon ini memiliki diameter enam meter. “Sebelumnya, beberapa balon raksasa yang tersebar di The Lodge Maribaya, juga diorderkan kepada kami,” jelas Henny.
Puncak keemasan bisnis Balon Angkasa –yang berkantor di kawasan Pondok Randu (Duri Kosambi), Jakarta Barat– terjadi pada tahun 1990-an. “Walaupun sekarang banyak kompetitor, tetapi kami punya banyak klien yang sangat loyal. Mereka percaya banget atas kualitas kerja kami,” sambungnya.

Selalu Optimis
Fredy Harun, Direktur Balon Angkasa, sangat meyakini perusahaannya tetap di posisi market leader balon promosi di Indonesia.
Henny menambahkan, pihaknya didukung personel yang sangat berpengalaman, dan mesin printing Mimaki (Jepang) yang memiliki kualitas sangat baik. ‘Kami punya mesin dengan kemampuan produksi yang tinggi, sehingga berani menerima order kilat sehari jadi,” ucap dia.
Henny mengakui, balon promosi merupakan produk customized. Jadi, sambung dia, dibutuhkan ketelitian ekstra untuk mengerjakan setiap ordernya. “Setelah diproduksi, kami mengirimkan foto dan video balon ke klien. Kalau sudah deal, baru kami packing untuk dikirimkan ke alamat pemesannya,” terang dia.
Soal harga yang diberlakukan ke klien, Henny tidak bisa memberikan patokan standar. “Semuanya bergantung tingkat kesulitan, bentuk, ukuran plus karakter khusus yang dikehendaki klien,” kata Henny. (moch taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi