Selasa, 26 Mei 2026, pukul : 01:44 WIB
Surabaya
--°C

Teknologi Modern Upaya Tingkatkan Generasi Muda di Sektor Pertanian

JAKARTA-KEMPALAN: Indonesia merupakan negara agraris, yang mana sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Namun dewasa ini, terjadi degradasi dan krisis dari sisi regenerasi bagi para pelaku pertanian atau petani. Para petani yang sekarang menjalankan pekerjaannya, secara skala umur, adalah petani yang sudah berusia tua. Hal ini menjadi tantangan yang serius bagi pemerintah untuk mengingkatkan kesadaran bagi para generasi muda untuk masuk dalam sektor pertanian.

Kondisi ini yang kemudian perlu ada terobosan agar menciptakan awareness bagi anak-anak muda. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern sebagai variasi, inovasi, dan bentuk kreativitas dalam menarik minat para generasi ‘milenial’ ini.

Hal ini diutarakan oleh Lukmaul Hakim selaku Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia. Ia menyebut bahwa teknologi pertanian modern sebagai solusi dari permasalahan krisis regenerasi ini.

BACA JUGA  Harapan Baru di Tengah Krisis, Omar Yaghi Mengubah Udara Menjadi Air Kehidupan

“Bertani tidak harus berlumbur, dengan teknologi para milenial dapat bertani tanpa harus berkotor-kotor,” ujar Lukmanul Hakim dalam keterangan resminya, pada Kamis (29/4).

Jika meniliki data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani mengalami penurunan yang signifikan dan para petani muda hanya 6% atau 2,7 juta jiwa dari total petani Indonesia yang jumlahnya mencapai 33,4 juta.

Merespon hal ini, M. Anwar Bashori selaku Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia, mengutarakan bahwa pihak BI sedang merintis beberapa piloting dalam pengembangan pertanian cerdas (smart farming) berbasis teknologi Internet of Think (IoT). Teknologi ini akan secara fungsional meningkatkan produksi dan menjaring generasi muda yang terjun ke dunia pertanian.

BACA JUGA  Labschool Unesa Kirim Delegasi ke NTCUST Taiwan, Cetak Jagoan AI dan Robotik Masa Depan

Program ini selain untuk membangun kemandirian pesantren juga menjadi sarana edukasi bagi santri dan masyarakat sekitar belajar pertanian modern dengan teknologi. Lukmanul Hakim yang juga Ketua Umum Arus Baru Indonesia (ARBI) mengatakan pesantren memiliki peran strategis membangun ketahanan pangan dan UMKM. Pesantren dapat menjadi hub ekonomi kerakyatan yang dikembangkan masyarakat sekitar. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.