BAKU-KEMPALAN: Dalam sebuah pembicaraan telpon pada Rabu (28/4), Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken membicarakan hubungan bilateral dan pernyataan Biden mengenai peristiwa 1916. Pembicaraan ini terlaksana atas inisiatif Blinken yang menyentuh perkembangan hubungan kerjasama Azerbaijan Amerika dan menekankan pentingnya untuk memperkuat hubungan lebih jauh.
Melalui laporan Azertag yang dikutip Kempalan dari Azer News, Blinken memuji keterlibatan Azerbaijan dalam misi perdamaian di Afghanistan serta berbicara mengenai kerjasama keamanan dan energi regional sekaligus menekankan pentingnya penerapan proyek Southern Gas Corridor.
Hal ini ditanggapi oleh Aliyev dengan mengucapkan terima kasih kepada Blinken. Sang presiden menggarisbawahi bahwa hubungan AS-Azerbaijan memiliki sejarah panjang dan sekali lagi berterima kasih pada Pemerintah Amerika karena mendukung penerapan proyek Southern Gas Corridor. Adapun ia juga membahas tentang kerjasama keamanan regional dan menekankan pentingnya keterlibatan Azerbaijan dalam misi perdamaian di Afghanistan semenjak awal.
Selama pembicaraan, kedua pihak berfoksu pada situasi usai perang Armenia-Azerbaijan yang mana Aliyev membenarkan posisi Azerbaijan dalam permasalahan ini dan mencatat bahwa pembangunan kembali wilayahnta yang dirusak oleh Armenia sedang berjalan. Ia juga menekankan pentingnya membuka komunikasi regional dan posisi Azerbaijan dalam memastikan perdamaian jangka panjang. Selain itu, mereka juga mengulas tentang aktivitas masa depan dari OSCE Minsk Group.
Aliyev menyebutkan bahwa Turki adalah teman dekat Azerbaijan yang memainkan peranan penting dan positif di wilayahnya pada masa pasca-perang dan para pemimpin maupun masyarakat Azerbaijan waswas dengan pernyataan yang dikeluarkan Biden berkenaan dengan peristiwa 1915 yang disebut sebagai “Genosida” Armenia.
Dalam pembicaraan telepon tersebut, kedua belah pihak menekankan perkembangan proses demokrasi, pentingnya menjamin hak asasi manusia, pelestarian, dan menjamin pluralisme politik di Azerbaijan. Antony Blinken mengatakan tahun ini juga pengabaian Pasal 907 dari Freedom Support Act diperpanjang. (Azer News, reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi