JAKARTA-KEMPALAN: Dalam dunia yang semakin modern, pemanfaatan teknologi dalam berbagai sendi kehidupan mulai dicanangkan. Teknologi menjadi alat yang memberikan kemudahan kepada manusia dalam menjalankan berbagai kegiatan sektoral. Hal ini dimanifestasikan dalam sebuah teknologi bernama Agriculture War Room yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia baru saja merilis sebuah teknologi inovatif dengan tajuk Agriculture War Room. Bahkan, teknologi ini sangat diapresiasi oleh pihak terkait di dunia internasional, termasuk International Fund for Food and Agriculture atau IFAD.
Ivan Cossio selaku Direktur dari International Fund for Food and Agriculture, menjelaskan bahwa dengan pemanfaatan teknologi Agriculture War Room akan memiliki fungsi dalam mengembangkan potensi yang cukup besar dalam konteks informasi akurat bagi para petani di Indonesia.
Agriculture War Room sendiri merupakan teknologi yang secara fungsional bertugas sebagai poros data dan sistem kontrol dalam proses pembangunan pertanian nasional. Teknologi yang telah diluncurkan sejak akhir tahun lalu ini, akan menjadi teknologi pengukur dalam melakukan pengawasan sekaligus pemetaan area lahan nasional.
Kementerian Pertanian yakin dengan memanfaatkan teknologi ini, maka tidak akan ada lagi ketidaksinkronan antara data statistik perihal kebutuhan untuk pertanian Indonesia. Hal ini karena teknologi akan memastikan validitas dan keakuratan dari sistem tersebut.
Teknologi Agriculture War Room juga dibuat dengan sistem yang sifatnya multifungsi. Dalam artian, dapat melakukan monitoring perihal situasi dan kondisi dari pertanian di tingkat kecamatan dan wilayah desa. Dan yang lebih menguntungkan lagi, yaitu para petani tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli alat drone untuk melaporkan sawahnya kepada Kementerian Pertanian.
Syahrul Yasif Limpo, Menteri Pertanian, berharap agar kecanggihan dari teknologi Agriculture War Room harus mampu dalam mengingkatkan eskalasi dari semua produksi dalam konteks kualitas panen yang diatas rata-rata. Ia juga menekankan pada optimalisasi teknologi ini sebagai upaya dalam menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan nasional di era yang serba sulit ini. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi