Senin, 25 Mei 2026, pukul : 20:46 WIB
Surabaya
--°C

Erdogan Tantang Pihak Berwenang AS untuk Menelisik Bukti Peristiwa 1915, Kritik Pernyataan Biden

ANKARA-KEMPALAN: “Saya dengan ini menyerukan kepada pihak berwenang AS untuk datang ke Turki dan memeriksa bukti kami sehubungan dengan tahun 1915,” kata Presiden Recep Tayyip Erdoğan dalam konferensi pers Senin (26/4) malam setelah rapat kabinet, dalam kritik tajam atas pengakuan baru-baru ini dari Presiden AS Joe Biden atas peristiwa 1915 sebagai “genosida.”

“Saya berbicara berdasarkan bukti, tidak seperti Biden. Kami memiliki lebih dari 1 juta dokumen terkait peristiwa 1915 di arsip kami. Saya bertanya-tanya berapa banyak dokumen yang dimiliki Amerika Serikat,” katanya yang dikutip Kempalan dari Daily Sabah.

“Geng Armenia, yang berjumlah setidaknya 150.000 hingga 300.000 orang, melakukan pembantaian di wilayah Turki. Selain itu, mereka bermitra dengan pasukan Rusia untuk melawan kami. Otoritas Utsmani mengambil tindakan pencegahan,” katanya, menggarisbawahi kejahatan yang dilakukan oleh geng Armenia di waktu.

Ia menambahkan bahwa posisi Turki tidak berubah, peristiwa 1915 hanya bisa dicerahkan oleh sejarawan, bukan politisi. Sementara ia juga mengatakan bahwa dirinya belum mendapatkan balasan atas tawarannya untuk membuat komisi bersama dan menjamin arsip Turki untuk tetap terbuka.

“Pernyataan bias Presiden AS Biden pada peristiwa 1915 merusak hubungan bilateral Turki-Amerika. Kami percaya bahwa pernyataan Biden itu karena tekanan dari tokoh-tokoh radikal Armenia,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa relokasi orang Armenia ialah di dalam Kekaisaran Utsmani bukan deportasi ke negara lain, waktu selama seminggu diberikan untuk persiapan dan mereka yang memiliki alasan dibebaskan dari relokasi.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Presiden Turki itu juga menggarisbawahi ‘kejahatan masa lalu AS’, termasuk Perang Vietnam, bom nuklir yang dijatuhkan di Jepang dan lainnya, menekankan bahwa ada banyak insiden dalam sejarah AS yang dapat diberi label sebagai “genosida”.

Melansir Hurriyet Daily News, Turki siap untuk memulai era baru dengan Amerika Serikat meskipun ada ketegangan yang diciptakan oleh presiden yang terakhir, Joe Biden, yang menyebut peristiwa 1915 sebagai genosida, kata Presiden Recep Tayyip Erdoğan, bersumpah bahwa dia akan membahas semua masalah yang diperdebatkan dengannya secara langsung selama pertemuan yang dijadwalkan pada pertengahan Juni di Brussel.

“Saya yakin kami akan membahas semua masalah ini secara langsung dengan Presiden Biden dari AS selama pertemuan kami di bulan Juni dan membuka pintu ke era baru. Saya ingin mengingatkan Tuan Biden bahwa kami bukanlah orang asing. Kami memiliki hubungan yang berbeda. Dia bahkan menunjukkan kesopanan mengunjungi saya di rumah selama saya sakit, ”kata Erdogan.

Erdogan mengatakan bahwa ia tidak ingin negaranya menjadi sasaran praktikm perilaku, dan keputusan yang tidak adil serta berstandar ganda, yang diambil di bawah pengaruh kelompok marjinal. Ia juga menambahkan bahwa Turki siap untuk berbicara, mencapai kesepakatan dan bekerja sama dengan semua orang di segala bidang selama sikapnya yang menghargai kebebasan dan masa depan di atas segalanya juga dihormati oleh pihak lainnya.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

“Kami bersama mitra kami harus mengesampingkan masalah, meracuni hubungan bilateral kita, dan mengevaluasi langkah-langkah apa yang akan kita ambil untuk masa depan. Jika tidak, kami tidak akan punya pilihan selain menerapkan praktik yang dibutuhkan oleh tingkat baru hubungan kami setelah pernyataan 24 April,” tegas Erdogan.

“Kami tidak punya masalah dengan komunitas Armenia. Kami telah hidup bersama dengan orang-orang ini selama seribu tahun. Kami terus hidup damai dengan beberapa dari mereka. Kami ingin membangun hubungan dengan Armenia berdasarkan keramahtamahan yang baik terlepas dari cara didirikannya. Untuk itu, langkah-langkah yang selalu kami lakukan selalu berkorban dalam 16 tahun terakhir ini. Namun, sayangnya langkah kami tidak dibalas dengan tulus,” katanya.

Erdogan juga menginformasikan tentang percakapan teleponnya dengan Presiden Azerbaijan İlham Aliyev setelah pernyataan Biden. “Anda tahu kami memberikan jawaban terbaik kepada mereka yang telah memaksakan kebuntuan sebagai solusi selama bertahun-tahun dengan Azerbaijan di Karabakh. Kami akan menjelaskan langkah-langkah yang akan kami ambil terkait hal ini dalam beberapa hari mendatang,” katanya. (Daily Sabah/Hurriyet Daily News, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.