Senin, 15 Juni 2026, pukul : 20:24 WIB
Surabaya
--°C

Sudan: Kebahagiaan dalam Kesederhanaan

KHARTOUM-KEMPALAN: Sudan merupakan salah satu negara Timur Tengah yang terletak di sebelah selatan Mesir dan di sebelah Timur Chad. Islam menjadi agama mayoritas di Sudan.

Seperti negara-negara lainnya, Ramadhan juga dirayakan di Sudan dengan cara mereka sendiri. Mereka melaksanakan sahur, berbuka puasa, ibadah malam, dan rangkaian kegiatan Ramadhan yang lain.

Mengutip Muslim Hands, tradisi yang bisa dibilang unik selama Ramadhan di Sudan adalah Musahirati. Musahirati merupakan tradisi membangunkan sahur oleh sekelompok orang dewasa maupun anak muda dengan menggunakan kendang dan alat musik dan berkeliling sampai waktunya tiba. Mereka dapat ditemukan di setiap daerah dan meskipun mereka berhenti di sana-sini, mereka tidak pernah berhenti memainkan alat musik mereka sampai waktunya tiba. Saat sahur, orang-orang memasak makanan, makan kurma, dan membuat teh dengan susu. Beberapa minum kopi juga.

BACA JUGA  Ketika Lampu Singapura Menyala dari Selatan

Ketika berbuka puasa, kebanyakan orang Sudan menggelar kegiatan berbuka mereka di depan teras rumah mereka. Kemudian orang-orang biasanya pergi ke rumah para tetua. Di desa mereka memiliki Daraa. Ini adalah tempat para pria dan anak laki-laki makan yang terletak biasanya di tengah desa. Di beberapa desa dan komunitas kecil, orang-orang berbuka puasa di Masjid terdekat. Sangat sedikit orang yang makan buka puasa di dalam rumah mereka di banyak bagian Sudan.

Salah satu tradisi buka puasa yang sangat penting di Sudan adalah memberhentikan orang lewat. Orang-orang di Sudan mengundang siapa pun yang lewat selama buka puasa untuk berbagi makanan dengan mereka. Di jalan raya, di beberapa bagian Sudan, orang-orang berdiri di jalan dan menghentikan semua mobil yang lewat saat buka puasa, supaya mereka datang dan berbagi makanan dengan mereka. Terkadang mereka bahkan memblokir jalan hanya untuk berbuka puasa bersama

BACA JUGA  Ketika Lampu Singapura Menyala dari Selatan

Dari segi makanan Ramadhan, samp atau bubur yang terbuat dari tepung (millet and sorgum grain) merupakan sajian utama bagi seluruh masyarakat Sudan pada saat buka puasa, terutama di daerah pedesaan. Kacang dengan roti juga merupakan hidangan populer di kota-kota besar. Saat buka puasa, orang Sudan meminum jus yang mengandung banyak gula nabati alami.

Keceriaan melalui kebersamaan Ramadhan di Sudan kini terkikis karena adanya pandemi COVID-19. Mengutip dari Xinhua, lemahnya ekonomi di Sudan yang menyebabkan harga melambung tinggi menjadi faktor utama tradisi-tradisi seperti Musahirati dan berbuka puasa bersama mulai mengalami penurunan tajam. Hal ini juga diperkuat dengan protokol kesehatan yang cukup ketat pada masa pandemi. (Muslim Hands, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.