KEMPALAN: Jenderal Terawan Agus Putranto tidak pernah lepas dari kontroversi. Ketika masih menjadi komandan rumah sakit tentara RSPAD Gatot Soebroto ia memperkenalkan metode penyembuhan terapi brainwash alias cuci otak. Ketika namanya diumumkan menjadi menteri kesehatan banyak orang mempertanyakan. Ketika pandemi Covid 19 muncul di Indonesia respons dan reaksi Terawan memantik banyak kritik.
Jabatan menteri kesehatan yang diemban Terawan hanya seumur jagung. Ia menjadi korban kocok ulang kabinet Desember tahun lalu. Sekarang setelah pensiun dari menteri Terawan tetap menjadi pusat kontroversi karena proyek penelitian vaksin Covid 19 yang disebutnya dianggap banyak kejanggalan.
Karena janggal ia diganjal. Izin ujicoba klinis tahap kedua tidak kunjung diberikan oleh pemerintah. Tapi diam-diam Terawan jalan terus. Akhirnya dari diam-diam sekarang berumah menjadi ramai-ramai dan menjadi kontroversi.
Beberapa tokoh TNI dan politisi menunjukkan support terbuka kepada Terawan. Salah satunya adalah Jenderal Gatot Nurmantyo, mantan panglima TNI yang beberapa waktu belakangan aktif dengan gerakan oposisi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, KAMI. Lama tidak muncul, beberapa hari yang lalu Jenderal Gatot muncul di RSPAD dan menarik perhatian media dan netizen.
Ada media dan netizen yang menyebut Jenderal Gatot Nurmantyo disebut sebagai jenderal “Gagah Total”. Ia memang gagah meskipun sudah beberapa tahun pensiun. Fisiknya masih terjaga dan semangatnya masih menyala-nyala. Gagah Total adalah pleseten dari kepanjangan namanya “Gatot”. Tapi ada juga yang memelesetkan nama “Gatot” menjadi “gagal total”, atau ada juga yang memelesetkannya menjadi “garingan total”, dua-duanya berkonotasi negatif. Gagal total berarti tidak berhasil sama sekali, dan garingan total berarti kering sama sekali, biasanya dihubungkan dengan kondisi tidak punya uang sama sekali.
Tapi, kali ini Gatot Nurmantyo gagah total. Ia keluar dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, RSPAD Gatot Soebroto. Kebetulan nama depannya sama-sama Gatot. Jenderal Gatot Soebroto adalah tokoh perjuangan militer Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan juga pahlawan nasional Indonesia. Gatot Nurmantyo pensiun sebagai Panglima TNI dan sampai sekarang tetap aktif memberikan kontribusi di ranah sosial dan politik.

Dua Gatot ini sedang berada pada pusaran sejarah. Gatot Soebroto sudah mengikir sejarah dalam perjuangan kemerdekaan di masa lalu, dan sekarang nama Gatot Soebroto dikaitkan dengan eksperimen Vaknus alias Vaksin Nusantara yang sedang bertarung melawan sejarah. Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi salah satu relawan pelopor dalam uji klinis vaksin. Peran kecil ini punya makna simbolis yang besar karena Vaknus tengah berada pada pusaran kontroversi yang keras.
Seumpama perang militer, RSPAD sekarang seperti benteng yang sedang diserbu dari banyak penjuru, terutama serangan opini publik. Jenderal Terawan Agus Putranto yang pernah menjadi komandan di benteng RSPAD sekarang seperti berada di garis depan dalam perang vaksin ini.
Vaknus yang digagas Terawan ketika masih menjadi menteri kesehatan pada 2020 sekarang terganjal oleh izin dari BPOM, Badan Pengawas Obat dan Makanan. Rencana uji klinis tahap dua yang akan mengujicobakan vaksin itu kepada manusia belum mendapatkan izin.
Tapi, seolah ada pembangkangan terhadap otoritas, beberapa tokoh dengan sukarela datang ke RSPAD untuk memberikan sampel darahnya dan nantinya akan menjadi relawan ujicoba tahap kedua. Gatot Nurmantyo menjadi salah satu tokoh militer prominen yang menjadi relawan. Sebelumnya ada Jenderal Sudi Silalahi, mantan menteri kesehatan Siti Fadilah Supari, dan sejumlah anggota DPR RI.
Para anggota DPR RI dari Komisi IX yang membidangi kesehatan mendesak pemerintah segera memberi izin kepada Jenderal Dokter Terawan supaya segera bisa menjalankan program uji klinis tahap dua. Tapi pemerintah keukeuh menolak, karena Vaknus dinilai janggal dan berisiko. Beberapa kejadian tidak diinginkan terjadi setelah percobaan penyuntikan dilakukan. Nama Vaknus sendiri dimasalahkan karena bahan baku ini berasal dari Amerika dan bukan buatan asli Indonesia.
Selama ini Dokter Terawan sudah lama lekat dengan kontroversi. Sistem pengobatan lewat apa yang dia sebut metode ‘brainwash’ alias ‘cuci otak’ dengan Digital Subtraction Angiography (DSA) banyak dipertanyakan oleh kalangan dokter. Ada yang menyebutnya tidak ilmiah dan melenceng dari standar kedokteran, dan banyak juga yang menyebut metode itu berbahaya.
Tapi praktiknya metode cuci otak ala Terawan ini manjur. Awalnya dipakai untuk penyembuhan penyakit stroke, tapi kemudian metode ini lebih banyak menjadi terapi kesehatan yang belakangan digandrungi oleh banyak orang-orang top di Indonesia. Kemanjuran metode ini untuk menyembuhkan stroke sudah terbukti, pasien harus mengantre dalam bilangan tahun untuk mendapat layanan ini. Tapi pasien-pasien VVIP tentu saja mendapat layanan superistimewa. Dan para tokoh elite pemerintahan dan militer yang sudah mendapatkan layanan terapi ini rata-rata puas dengan hasilnya.

Karena itu ketika metode cuci otak ini dipermasalahkan oleh Ikatan Dokter Indonesia, IDI, banyak elite politik dan militer yang membela Terawan. Mereka adalah orang-orang yang sudah merasakan kehebatan terapi cuci otak ini. Karena itu ketika Terawan dipecat oleh IDI Jokowi menyelamatkan dan malah mengangkatnya menjadi menteri kesehatan. Rupnya Jokowi jatuh cinta kepada terapi Terawan dan keduanya menjadi lebih dekat ketika Terawan merawat ibunda Jokowi yang sakit sebelum meninggal pada 2020 yang lalu.
Terawan memang kontroversial tapi cerdik dan pintar. Terapi cuci otak itu salah satu buktinya. Dan kali ini Vaknus juga akan menjadi bukti kepintaran Terawan. Dibanding dengan semua vaksin yang sekarang beredar di Indonesia Vaknus punya keunggulan karena bisa disesuaikan dengan kondisi setiap orang sesuai dengan penyakit bawaannya masing-masing. Karena itu Vaknus bisa lebih aman karena bisa menghindari risiko penyakit komorbid yang ada pada penerima vaksin.
Yang lebih penting, Vaknus ini adalah vaksin yang menjadi simbol nasionalisme yang diproses di Indonesia oleh dokter Indonesia. Faktor politis ini lebih penting dari faktor-faktor teknis lainnya. Selama ini pemerintah sudah mensponsori penelitian Vaksin Merah Putih yang diharapkan bisa menumbuhkan kebanggaan nasional. Tapi, progresnya agak lelet. Karena itu para politisi mendesak pemerintah membantu Vaknus yang progresnya lebih kencang dari Vaksin Merah Putih.
Vaknus dipertanyakan karena bahan-bahannya dibuat di Amerika dan teknologinya juga dikembangkan di Amerika. Pertanyaan ini naif dan ketinggalan zaman. Di dunia yang sudah mengglobal seperti kerjasama internasional sudah terbuka sepenuhnya. Pabrik-pabrik milik perusahaan trans-nasional tersebar di berbagai penjuru dunia. Suku cadang mesin bisa dibuat dimana saja dengan standar baku yang sudah ditentukan. Satu suku cadang dibuat di Thailand, suku cadang lain dibuat di China, lalu pabrik asemblingnya ada di Afrika.
Mercedez membuka pabrik di Thailand, Nike membuka pabrik di Tangerang, dan Microsoft mau buka pabrik di Bekasi.
The World is Flat, kata Thomas Friedman (2005). Bumi menjadi datar karena globalisasi. Semua negara bisa bekerja sama saling menguntungkan tanpa harus ada yang dieksploitasi atau dirugikan. Karena itu mempertanyakan bahan baku Vaknus adalah ide ketinggalan zaman.
Penduduk Indonesia yang 270 juta kepala ini adalah pasar global yang menggiurkan bagi siapa saja. Produsen asing akan melakukan apa saja untuk bisa masuk ke Indonesia. Dalam praktik bumi yang datar karena globalisasi semua produk terbaik bisa berebut pasar di Indonesia. Tapi di negara manapun di seluruh dunia ada proteksi yang diberikan negara kepada produk lokal. Amerika melakukannya, Eropa melakukannya, Jepang juga melakukannya. Indonesia tidak perlu malu melakukannya.
Vaksin Nusantara akan menjadi simbol nasionalisme Indonesia dalam persaingan global penanganan Covid 19. Indonesia akan Gatot “Gagah Total” kalau bisa menghasilkan Vaksin Nusantara yang berkualitas. Tapi kalau Vaknus gagal produksi karena diganjal oleh faktor-faktor kepentingan politik jangka pendek, Indonesia akan menjadi Gatot, Gagal Total. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi