Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 15:44 WIB
Surabaya
--°C

Ubaya Dukung Pengembangan Potensi Desa Wisata Pemkab Mojokerto

MOJOKERTO-KEMPALAN: Universitas Surabaya (Ubaya) mendukung pengembangan potensi desa wisata wilayah Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini merupakan kerja sama lanjutan yang telah terjalin oleh Ubaya dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sebelumnya. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) secara langsung (offline) oleh Rektor Ubaya, Dr. Ir. Benny Lianto, MMBAT dan Bupati Mojokerto, dr. Ikfina Fahmawati, M.Si disaksikan Ketua Yayasan Ubaya, Anton Prijatno, S.H. di UTC (Ubaya Training Center), Senin (12/4/2021).

Rektor Ubaya, Benny Lianto dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa hari ini adalah hari yang istimewa dengan hadirnya Bupati Mojokerto yang merupakan alumnus Ubaya di kampus ketiga Ubaya, IOC (Integrated Outdoor Campus) di wilayah Mojokerto. Kampus ketiga Ubaya merupakan wadah sebagai tempat berproses pembentukan karakter mahasiswa, pengembangan edu wisata, dan ikut berperan untuk membantu sekaligus mengembangkan potensi masyarakat di sekitar kampus.

“Kami berharap dengan adanya MoU ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan saja, tetapi bisa langsung ditindaklanjuti dengan adanya aksi nyata yang melibatkan fakultas, dosen, peneliti atau LPPM dalam program kerja sama ini,” ucap Benny Lianto.

Sementara itu, Ikfina Fahmawati selaku Bupati Mojokerto menegaskan jika kolaborasi yang terjalin antara Ubaya dan Pemkab Mojokerto sudah berlangsung lama dan berkelanjutan. Dalam program kerja sama ini, Pemkab Mojokerto berharap agar Ubaya bisa membantu dalam mendampingi dan melihat potensi desa sesuai dengan kondisi riil di masing-masing desa. Selain itu, dengan kerja sama ini program dana desa diharapkan dapat diimplementasikan dan dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh warga desa.

“Kami ingin fokus dalam tiga hal yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Jika di bidang kesehatan, kami berencana di setiap puskesmas dan rumah sakit untuk disediakan klinik dan informasi mengenai obat herbal. Kami juga berfokus pada cagar budaya dan ekonomi kerakyatan dengan mendorong kegiatan BUMDES, agar warga bisa mengelola dan memberdayakan desa secara mandiri. Oleh sebab itu, kita butuh bantuan peneliti maupun dosen Ubaya untuk membantu potret desa dan mendampingi kami,” terangnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya, Prof. Suyanto, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D. juga mengatakan bahwa perpanjangan MoU antara Ubaya dan Pemkab Mojokerto merupakan keberlanjutan program kerjasama produktif yang saling menguntungkan terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan MoU ini menjadi bukti konkrit adanya sinergi antara Pemkab Mojokerto dengan civitas academica Ubaya dalam pengembangan sumber daya dan potensi daerah serta pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi dan pengabdian masyarakat.

“Prioritas kerjasama yang akan dijalankan ke depan mencakup tiga program unggulan, yaitu pengembangan desa wisata, edukasi herbal dan obat kepada masyarakat. Ditambah lagi dengan membantu peningkatan produktivitas ASN di wilayah Kabupaten Mojokerto,” jelas Prof. Suyanto.

Program kerja sama Ubaya dan Pemkab Mojokerto sebenarnya telah terjalin sejak tahun 2009. Adanya kerja sama tersebut merupakan wujud nyata Ubaya dalam ikut membangun dan memajukan SDM serta potensi daerah di wilayah Jawa Timur. Ubaya sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki peran penting untuk melakukan pendampingan kepada warga terutama dalam pengembangan hingga penguatan potensi desa wisata di Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, Pemkab Mojokerto bersifat terbuka dan memfasilitasi berbagai kegiatan seperti penelitian, skripsi, tesis maupun pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa Ubaya di wilayah Kabupaten Mojokerto. Ruang lingkup kerja sama cukup luas, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup hingga pemberdayaan masyarakat. Nantinya, pelaksanaan program kerja sama dan kolaborasi akan melibatkan berbagai pihak yaitu fakultas, lembaga, pusat studi maupun unit di lingkungan Ubaya.

“Semoga dengan perpanjangan kerjasama ini, semakin banyak kiprah Ubaya dalam berkontribusi mendukung pengembangan masyarakat khususnya di Mojokerto dan Jawa Timur,” pungkas Prof. Suyanto. (Humas Ubaya for Kempalan.com)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.