Rabu, 29 April 2026, pukul : 06:11 WIB
Surabaya
--°C

Armenia Tuding Azerbaijan Langgar Perjanjian Damai Pembebasan Tahanan

YEREVAN-KEMPALAN: Armenia menuduh Azerbaijan melanggar istilah kunci kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Rusia yang mengakhiri pertempuran musim gugur lalu atas wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri, menuduh bahwa Azerbaijan mengingkari janji untuk membebaskan tentara Armenia dan warga sipil yang ditangkap selama konflik.

“Sayangnya, pemulangan tahanan kembali tertunda,” kata kantor Wakil Perdana Menteri Tigran Avinian dalam sebuah pernyataan yang diposting di Facebook pada Jumat (9/4). Avinian juga mengatakan bahwa “negosiasi yang ditengahi Rusia terus berlanjut dan kami berharap pihak Azerbaijan pada akhirnya akan menghormati” perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada November 2020, mengakhiri enam minggu pertempuran antara pasukan Armenia dan Azerbaijan di dan sekitar Nagorno- Karabakh.

Tuduhan Avinian datang sehari setelah perwakilan pemerintah Armenia mengatakan bahwa sekelompok tawanan perang akan dipulangkan ke Armenia. Namun sebuah pesawat dari Azerbaijan yang diharapkan membawa 25 tawanan perang ternyata kosong saat mendarat di Yerevan.

Nagorno-Karabakh diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi telah dikendalikan oleh etnis Armenia sejak awal 1990-an. Di bawah kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Moskow, sebagian Nagorno-Karabakh dan ketujuh distrik di sekitarnya ditempatkan di bawah pemerintahan Azerbaijan setelah hampir 30 tahun dikendalikan oleh pasukan etnis Armenia.

Tidak ada angka resmi berapa banyak orang Armenia yang masih ditahan oleh Azerbaijan, tetapi kantor berita RBK mengatakan ada sekitar 140 orang. Tidak jelas berapa banyak tahanan Azerbaijan yang ada. Pada tanggal 9 April, ratusan kerabat tawanan perang dan tentara yang hilang melakukan protes di Yerevan dan bagian lain Armenia. Di ibu kota, sekitar 400 memblokir pintu masuk Kementerian Pertahanan untuk hari kedua. Beberapa pengunjuk rasa bentrok dengan polisi.

Armenia jatuh dalam konflik politik usai kekalahannya dalam peperangan dengan Azerbaijan atas wilayah Nagorno-Karabakh, hal ini membuat negara tersebut tenggelam dalam krisis politik antar pejabat yang dibantu oleh para pendukungnya yang ikut turun ke jalan. Sementara itu, Azerbaijan sebagai pihak pemenang justru membangun kerjasama dengan negara-negara lain dan mempromosikan salah satu penyairnya yang ternama, Nizami Ganjavi dengan mendeklarasikan tahun 2021 sebagai Tahun Nizami Ganjavi. (RFE/RL, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.