KEMPALAN: Ghostbusters adalah film komedi supranatural Amerika Serikat yang sangat populer yang dirilis pada 1984. Film ini menceritakan tiga karakter yang dimainkan oleh Bill Murray, Dan Aykroyd, dan Harold Ramis, yang dipecat dari tempat kerjanya setelah melihat hantu.
Karena putus asa tidak dapat pekerjaan mereka mendirikan perusahaan pemburu hantu yang dinamai PT Ghostbusters. Tentu mereka menjadi bahan tertawaan dan perusahaannya nyaris bangkrut. Untung ada satu klien yang minta jasa mereka untuk menangkap hantu yang gentayangan di rumahnya. Ghostbusters sukses menangkap hantu dan sejak itu order berdatangan. Ghostbusters terkenal sebagai jagoan penangkap hantu.
Di Indonesia George Junus Aditjondro mirip dengan karakter Ghostbusters. Ia
terkenal sebagai pemburu harta Pak Harto dan para kroninya. Bahkan setelah Soeharto meninggal pada 2008 George masih tetap melanjutkan perburuannya.
George, ahli sosiologi korupsi dari Universitas Satya Wacana Salatiga, meninggal pada 2016. Ia beberapa tahun tinggal di Australia untuk menuntaskan riset dan investigasinya mengenai gurita kekayaan Pak Harto.
Karena investigasinya itu George dicekal oleh rezim Soeharto dan dia mengungsi ke Australia untuk menjadi dosen di Newcastle University sambil terus melanjutkan perburuannya.
Hasil buruan investigasinya menunjukkan bahwa gurita kekayaan Pak Harto merentang jauh ke berbagai jenis bisnis yang sangat rumit yang membutuhkan tujuh lapis penelitian untuk mengungkapkan keterkaitan bisnis itu dengan keluarga Soeharto. Total kekayaan keluarga Soeharto diperkirakan mencapai USD 15 miliar. Ia dianggap sebagai salah satu penguasa otoriter paling korup di dunia sama seperti Marcos di Filipina anatu Mobutu Sesse Seko dari Zaire.
Salah satu dari investigasi George Aditjandra mengungkapkan harta Tommy Soeharto berupa rumah besar di London dan padang golf di New Zealand. Itu hanya sebagian kecil saja dari gurita kekayaan keluarga Soeharto. Majalah Time International melakukan investigasi mengenai jaringan kekayaan keluarga Soeharto yang disimpan di berbagai bank dan lembaga keuangan di berbagai negara di dunia. Jaringan bisnis keluarga Cendana yang rumit dan njelimet juga diungkap oleh Time pada edisi 1999.
Keluarga Soeharto menggugat Time atas liputannya itu. Di tingkat kasasi gugatan Soeharto dikabulkan dan Time didenda bayar kompensasi Rp 1 triliun dan harus meminta maaf secara terbuka. Tapi pada keputusan PK (Peninjauan Kembali) pada 2009 Time akhirnya dimenangkan.
Investigasi Time yang heboh itu berjudul ”Suharto Inc, How Indonesia’s Longtime Boss Built a Family Fortune”, mengupas tentang kekayaan Soeharto dan keluarganya, mulai dari harta kekayaan yang dititipkan di berbagai yayasan yang didirikan di Indonesia, sampai jaringan investasi yang rumit di berbagai negara di dunia.
Dua wartawan Time, John Colmey dan David Lieberhold menulis bahwa total kekayaan Soeharto mencapai USD15 miliar dalam bentuk uang, bangunan, benda-benda antik, perhiasan, hingga pesawat jet.
Time mengungkap adanya transfer dana yang diduga milik keluarga Soeharto sebesar USD 9 miliar dari sebuah bank di Swiss ke sebuah rekening bank di Austria.
Semua tuduhan itu dibantah oleh keluarga Soeharto dalam persidangan gugatan. Tetapi pada akhirnya pengadilan memenangkan Time, yang berarti bahwa apa yang diberitakan adalah berdasarkan fakta.
Sejak 2009 sampai sekarang tidak pernah lagi terdengar kisah pelacakan dan perburuan harta Soeharto itu. George Aditjandra mencurigai harta kekayaan Soeharto itu mengalir sampai jauh kepada oligarki politik Orde Baru yang masih berkuasa di era Reformasi. George masih melanjutkan perburuan dengan melacak kekayaan Presiden SBY yang ditulisnya dalam buku “Membongkar Gurita Cikeas” (2009). Tetapi setelah George meninggal tidak ada lagi cerita mengenai perburuan itu.

George mengatakan bahwa perburuan yang dilakukan rezim yang berkuasa hanya perburuan setengah hati, karena banyak pejabat yang menjadi bagian dari kroni Soeharto. Para kroni itu akan ikut menikmati bancakan harta karun setelah Soeharto meninggal.
Perburuan kecil-kecilan dilakukan dengan mengejar pajak keluarga Cendana. Bambang Trihatmodjo dikejar karena diduga mengemplang pajak konsorsium penyelenggaraan pekan olahraga SEA Games 1997 sebesar Rp 50 miliar. Tommy Soeharto dikejar untuk melunasi utang proyek mobil nasional Timor sebesar Rp 1,2 triliun.
Tidak ada upaya politik yang sistematis untuk melacak kekayaan Soeharto kecuali hanya tindakan sporadis. Pengambilalihan pengelolaan TMII (Taman Mini Indonesia Indah) adalah contohnya.
Kalau dilihat dari gurita kekayaan Soeharto, TMII bisa disebut sebagai uang receh. Pemerintah jelas butuh uang untuk menambali kebutuhan operasional dan mengambil alih TMII akan memberi pemasukan keuangan bagi kas negara. Tapi implikasi politik dari pengambilalihan itu memunculkan pertanyaan mengapa hanya memburu receh dan tidak mengutik babonnya.
Semasa berkuasa Pak Harto mengoperasikan sejumlah yayasan untuk mengumpulkan dana. Setidaknya ada tujuh yayasan yang beroperasi mengumpulkan dana dari berbagai aktivitas mulai dari fee proyek sampai patungan para konglomerat. Yayasan Harapan Kita adalah salah satunya. Pembangunan TMII adalah realisasi mimpi Bu Tien Soeharto yang menginginkan adanya tempat rekreasi sekelas Disneyland. Maka kemudian lahirlah TMII yang sampai sekarang menjadi theme park terbesar di Indonesia, belum ada satu lokasi wisata pun di Indonesia yang bisa menandingi konsep dan populatitas TMII. Harus diakui ada ide idealisme dan visioner dalam pembangunan TMII.
Proyek-proyek besar semacam itu di era Pak Harto sering menggunakan anggaran non-bujeter yang dikumpulkan dari banyak sumber. Proyek peternakan Tapos milik Pak Harto adalah contoh lain yang menjadi kebanggaan Pak Harto. Ranch ternak ratusan hektar itu menjadi tempat tetirah favorit Pak Harto.

Presiden-presiden Amerika punya tempat tetirah favorit masing-masing sejak Camp David menjadi tempat tetirah presiden Amerika sejak era Jimmy Carter. Belakangan Donald Trump menjadakan resort golf pribadinya Mar-a-Lago di Florida sebagai tempat tetirah kenegaraan untuk istirahat sekalian main golf yang menjadi klangenan utama Trump. Pak Harto cukup ke Tapos untuk bersantai sambil melihat-lihat sapi-sapi peternakan yang menjadi klangenannya.
Camp David melahirkan keputusan politik bersejarah, yaitu penandatanganan perjanjian damai Arab-Israel oleh Presiden Mesir Anwar Sadat dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin pada 1978. Pak Harto juga sering membuat keputusan penting di Tapos. Pada Maret 1990 Pak Harto mengumpulkan 31 konglomerat paling tajir se-Indonesia di bawah komando Liem Sioe Liong. Di situlah Pak Harto sambil senyum-senyum memalak para konglomerat supaya menyerahkan sebagian sahamnya ke koperasi.
Pada kesempatan lain para taipan itu dikumpulkan dan diminta patungan untuk menyumbang yayasan bentukan Pak Harto. Begitulah cara Pak Harto mengumpulkan uang non-bujeter yang dipakainya untuk berbagai kepentingan sosial. Yayasan Supersemar memberi beasiswa kepada mahasiswa yang kesulitan mengongkosi kuliah. Para pejabat setingkat menteri, pejabat di berbagai departemen, para tokoh politik dan bisnis, atau politisi anggota DPR, rata-rata pernah merasakan jasa baik Pak Harto melalui beasiswa Supersemar.
Para pegawai negeri, keluarga ABRI, dan masyarakat miskin seluruh Indonesia pernah merasakan bantuan kesejahteraan dari yayasan-yayasan Pak Harto. Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila memberi bantuan kepada organisasi-organisasi Islam dan membangun monumen masjid berkubah joglo susun tiga di seluruh Indonesia. Sampai sekarang masyarakat menyebutnya sebagai masjidnya Pak Harto.
Dari yayasan-yayasan itu Pak Harto mengumpulkan banyak dana. Yayasan Harapan Kita hanya secuil dari dana-dana yang beserakan itu. Belum lagi sisa peninggalan harta Pak Harto yang belum terlacak.
Sekarang ini pemerintah Jokowi rajin memburu berbagai sumber pendapatan. Tapi perburuan besar harta karun sisa BLBI malah mandek karena keluarnya SP3 untuk Sjamsul Nursalim. Perburan harta Pak Harto juga tidak terdengar lagi kabarnya.
Mungkin Jokowi perlu jasa Ghostbusters untuk memburu para hantu itu. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi