ZURICH-KEMPALAN: Biro Dewan FIFA membekukan Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF) dengan segera akibat campur tangan pihak ketiga, sesuatu hal yang merupakan pelanggaran serius terhadap peraturan FIFA. Sementara itu, Biro Dewan FIFA memutuskan untuk menangguhkan Asosiasi Sepak Bola Chad (FTFA) dengan segera karena campur tangan pemerintah negara itu.
Keputusan ini diumumkan Selasa (6/4). Situasi yang terjadi pada PFF dipicu oleh dualisme kubu dari federasi negara itu.
Sementara itu, penangguhan FTFA dipicu oleh keputusan baru-baru ini dari otoritas pemerintah Chad untuk secara permanen menarik kekuasaan yang didelegasikan ke FTFA, membentuk komite nasional untuk manajemen sementara sepak bola dan menguasai tempat FTFA.
Melansir dari FIFA, penangguhan akan dicabut setelah keputusan pemerintah yang relevan telah dicabut dan FTFA dan manajemennya, yang dipimpin oleh Presiden Moctar Mahamoud Hamid, telah mengonfirmasi kepada FIFA bahwa gedung FTFA kembali berada di bawah kendalinya.
Sementara itu Melansir dari The Athletic, berawal dari situasi di PFF bulan lalu sekelompok pejabat sepak bola Pakistan yang dipimpin oleh mantan presiden PFF, Syed Ashfaq Hussain Shah menyerbu kantor pusat federasi karena perselisihan dengan komite normalisasi yang diberlakukan FIFA yang menjalankan olahraga tersebut di negara tersebut.
Pada 2018, Ashfaq terpilih oleh Mahkamah Agung di Pakistan untuk menjalankan PFF, tetapi pemilihannya tidak diakui oleh FIFA. Sebaliknya, pada 2019 FIFA membentuk komite normalisasi yang dipimpin oleh Haroon Malik, untuk membantu PFF mematuhi peraturan FIFA dan mengadakan pemilihan.
Baik FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia memperingatkan konsekuensi serius jika Ashfaq tidak mengembalikan tempat itu ke Malik, dengan badan pengatur sepak bola pada Rabu memutuskan untuk menangguhkan Pakistan untuk kedua kalinya dalam empat tahun.
Penangguhan ini hanya akan dicabut setelah FIFA menerima konfirmasi dari komite normalisasi PFF bahwa gedung, akun, administrasi dan saluran komunikasi PFF berada di bawah kendali penuhnya dan dapat terus menjalankan mandatnya tanpa hambatan lebih lanjut. (FIFA/The Athletic, Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi