Sabtu, 14 Maret 2026, pukul : 00:45 WIB
Surabaya
--°C

Zakiah Aini, The Lone Wolf

KEMPALAN: Penyerangan gereja di Makassar dilakukan oleh sepasang suami istri. Di Surabaya, suami, istri, dan anak-anaknya berbarengan menjadi bom manusia menyerang gereja pada 2018. Di Jakarta seorang penjambret melakukan kejahatan dengan mengajak serta anak dan istrinya seperti berangkat piknik.
Di Kutai Timur KPK mencokok bupati Ismunandar dalam operasi tangkap tangan Juli 2020 yang lalu. Bersamaan dengan itu Encek Figurasih, ketua DPRD Kutai Timur yang juga istri sang bupati juga ikut ditangkap. Pada 2017 KPK menangkap gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan istrinya Lili Martiani Maddari karena kasus korupsi. Ada sedikitnya 13 kasus korupsi kepala daerah yang melibatkan pasangan suami istri.

Kejahatan berkembang makin canggih. Bukan cuma terorisme saja yang operasionalisasinya melibatkan keluarga, korupsi, kejahatan narkoba, kejahatan seksual, sampai jambret pun melibatkan keluarga.

Kejahatan bermetamorfosa sepanjang zaman. Semakin canggih zaman semakin canggih juga jenis kejahatannya. Kejahatan berkeluarga menjadi fenomena yang dianggap baru di dunia kriminal, meskipun hal itu sudah terjadi sepanjang peradaban manusia. Secara naluriah manusia, sebagaimana mahluk lainnya, lebih nyaman berkumpul dengan keluarga dan kerabat-kerabatnya. Karena itu muncul kecenderungan nepotisme yang mementingkan keluarga dan orang-orang dekat daripada orang lain.

Orang Inggris menyebutnya “keep it in the family” Bukan hanya piknik yang mengajak keluarga, melakukan tindakan kriminal pun lebih aman dan nyaman kalau bersama keluarga. Itulah fitrah manusia.

Zakiah Aini, gadis 26 tahun yang menyerang Mabes Polri dengan pestol pada Selasa (31/3) disebut sebagai “the lone wolf’ srigala tunggal. Dia melakukan aksinya sendirian seperti serigala yang dengan gagah berani sendirian menyergap kawanan domba untuk menjadi santapannya. Penyebutan lone wolf tampaknya hanya dimaksudkan sebagai dramatisasi saja. Zakiah Aini tentu lebih mirip domba yang nyasar ke sarang serigala daripada serigala tunggal yang menyergap menyatroni sekumpulan serigala. Mungkin Zakiah Aini lebih mirip domba berbulu serigala daripada serigala berbulu domba.

Ridwan Mukti dan Lili Martiani

Wajahnya elok, pakaiannya syar’i dengan hijab gombrang dan masker yang mirip burkah. Namanya indah, Zakiah Aini, secara harfiah berarti “mata yang suci”. Secara keseluruhan nama dan tampilannya memberi kesan dramatik dan ironis. Paduan keelokan dan keindahan yang melahirkan kekerasan. Seekor serigala tunggal yang indah tapi bisa mematikan.

Wikipedia mengartikan lone wolf sebagai binatang yang bertindak sendirian,  umumnya tinggal dan menghabiskan waktunya sendirian daripada bergerombol. Pada dasarnya serigala hidup berkelompok. Tapi seringkali ada anggota serigala yang dikeluarkan dan ditinggalkan oleh kelompoknya karena penyimpangan atau pelanggaran. Serigala yang kena kartu merah ini yang kemudian bersolo karir sebagai serigala tunggal.

Dalam terminologi psikologi  manusia disebut sebagai “human lone wolf” karena dia lebih suka hidup menyendiri dan lebih senang bertindak sendirian. Dia hidup solitude , introvert, cenderung mengisolasi diri, dan secara emosional tidak stabil, pendiam, dan sulit bisa berinteraksi dengan lainnya. Ia cenderung selfish, mementingkan diri sendiri.

Kalau Zakiah Aini disebut sebagai lone wolf maka tindakannya menyerang Mabes Polri dilakukannya sendirian tanpa melibatkan orang lain atau kelompok lain. Tampaknya tidak demikian. Polisi mengidentifikasinya sebagai anggota sebuah jaringan yang berafiliasi dengan kelompok jihadis di luar negeri. Karena itu Zakiah Aini bukan lone wolf dalam artian serigala betina yang hidup menyendiri, terpisah dari kelompoknya.

Kemungkinan Zakiah Aini hidup dalam kelompok kecil sekitar sepuluh sampai dua puluh orang dalam sebuah organisasi sel. Mungkin ia mewakili kelompoknya dan bertindak sesuai skenario atau perintah yang diterima dari pimpinan selnya. Dalam hal ini Zakiah Aini bukan lone wolf perdefinisi, karena dia bertindak mewakili selnya dan bertujuan menyelamatkan selnya dari serangan luar.

Mengapa Zakiah Aini mau berkorban untuk kelompoknya? Para pemerhati terorisme berteori bahwa tindakan itu tidak akan bisa memberi efek destruktif yang signifikan terhadap Polri, karena tindakan itu naif, ceroboh, dan suicidal, berniat bunuh diri. Tapi message yang disampaikan oleh tindakan itu sangat strategis, bahwa jaringan jihadis masih tetap eksis. Zakiah Aini adalah simbol dan sekaligus message bagi eksistensi kelompok jihadis itu.

Pengorbanan semacam itu bukan karakter sikap lone wolf. Tentu saja ada alasan-alasan religius yang mendasarinya, terutama alasan kesyahidan atau martyrdom, yang menjadi ciri khas gerakan ekstremitas atas nama agama. Tetapi selain itu ada motif kolegial yang bertujuan untuk menyelamatkan eksistensi selnya dan pada akhirnya bisa menyelamatkan eksistensi organisasinya yang lebih besar.

Manusia, sebagaimana mahluk hidup lainnya, mempunyai sifat selfish dan egois sejak dari sononya. Para ahli biologi evolusioner berpendapat bahwa sikap egois itu secara genetika melekat kepada semua mahluk yang mereka yakini semua berasal dari organisme tunggal. Para ahli biologi evolusioner ini, tentu saja, adalah murid-murid Charles Darwin yang mengajarkan bahwa jagat raya ini lahir bukan karena penciptaan tapi dari proses evolusi organisme tunggal selama miliaran tahun sebelum menjadi jagat raya seisinya.

Di antara penganut fanatik Darwinisme itu adalah Richard Dawkins ilmuwan biologi dari Oxford University yang menulis buku “The Selfish Gene” (1976) yang menelusuri penciptaan jagat raya ini melalui proses adaptasi dan seleksi alam.

Organisme tunggal yang merupakan cikal bakal kejadian mahluk dan alam semesta itu disebut sebagai replikator, peniru, yang bisa mengembangbiakkan dirinya dengan cara adaptasi dan menyesuaikan diri dengan alam. Dengan kemampuan itulah si replikator bertahan dan berkembang karena dia menjadi yang paling cocok dengan alam untuk terus bisa berkembang.
Persaingan di alam raya sangatlah keras. Siap kuat dia menang, siapa kalah akan musnah. Karena gen replikator itu tidak mengenal kompromi dan kerja sama. Ia hanya memikirkan kepentingannya sendiri supaya bisa keluar menjadi pemenang untuk mencapai survival of the fittest.

Karena bahan bakunya adalah genetika yang egois maka semua mahluk hidup ini menjadi mahluk yang egois, semua tindakannya ditujukan untuk kepentingannya sendiri. Ada tindakan yang seolah-olah baik hati untuk kepentingan kelompok, rela berkorban untuk kepentingan bersama, dan malah rela mati untuk menolong orang lain. Dari pengamatan sepintas hal ini terlihat sebagai sikap sosial yang sangat mulia. Tapi, bagi Dawkins, semua tindakan itu adalah tindakan egois untuk kepentingan dirinya sendiri karena pengaruh the selfish gene itu.

Seekor singa tengah berburu rusa di sebuah padang savanah. Ia harus mengendap-endap mendekati kelompok rusa itu untuk menerkam mangsanya. Rusa mempunyai semacam antena alam yang membuatnya bisa mendeteksi kedatangan bahaya dari predator semacam singa. Kerumunan rusa itu tersembunyi dari kejauhan karena terlindung ketinggian rumput yang mencapai satu meter. Tetapi begitu ada bahaya singa datang salah seekor rusa melakukan lompatan melenting ke udara setinggi dua sampai tiga meter, sehingga singa bisa melihatnya dari kejauhan.

Karena melihat rusa yang melenting ke atas sang singa segera memburu. Maka kawanan rusa pun bubar menyelamatkan diri atas jasa baik rusa yang melompat melenting tadi. Sang rusa penyelamat ini sering menjadi korban santapan sang singa, tapi dengan begitu ia menyelamatkan kawan-kawannya dari terkaman predator singa.

Ini adalah tindakan mulia yang tidak selfish. Tindakan sang rusa ini merupakan sikap pengorbanan diri yang luhur. Tapi tidak bagi Dawkins. Ia tetap yakin tidak ada mahluk yang mau berbuat baik kepada kelompoknya dengan mengorbankan dirinya kepada singa. Apa yang dilakukan oleh rusa yang melenting itu tetap tindakan egois akibat selfish gene. Dengan melenting itu si rusa ingin memberi signal kepada singa bahwa dirinya fit dan kuat untuk melenting dan lari cepat. Karena itu message-nya kepada singa adalah kejarlah rusa lain yang lebih lemah, jangan kejar saya. Itulah motif selfish gene yang bertujuan untuk menyelamatkan diri sendiri dengan mengorbankan kelompoknya.

Apa yang dilakukan Zakiah Aini mirip dengan loncatan rusa yang melenting tinggi. Ia sengaja melompat tinggi untuk menampakkan dirinya dirinya di depan singa agar bisa menyelamatkan kelompoknya dan supaya kelompoknya bisa berkembang lebih besar melalui survival of the fittest.

Berarti tindakan Zakiah Aini tidak didasari oleh sifat egois, dan teori selfish gene Dawkins tidak berlaku? Tidak juga. Tindakan Zakiah Aini tetaplah didasari oleh pengaruh selfish gene. Sebagai jihadis Zakiah Aini yakin bahwa dengan syahid dia akan mencapai surga.

Sayangnya Dawkins seorang ateis, yang menganggap agama dan Tuhan sebagai tipuan, seperti yang diungkapnya dalam buku “The God Delusion” (2006).

Kalau Dawkins mengingkari Tuhan maka teori selfish gene tidak bisa menjelaskan kasus Zakiah Aini. Tapi, siapa tahu, dengan membaca kisah Zakiah Aini Dawkins bisa mendapat hidayah. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.