Senin, 25 Mei 2026, pukul : 12:44 WIB
Surabaya
--°C

Undang Cina dan Rusia, Biden Adakan Pembicaraan tentang Perubahan Iklim

WASHINGTON-KEMPALAN: Seorang pejabat pemerintahan AS mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden akan mengundang Vladimir Putin dari Rusia dan Xi Jinping dari Cina dalam pembicaraannya mengenai perubahan iklim yang diharapkan dapat mempercepat, membentuk dan memperdalam upaya untuk menghentikan polusi.

Melansir The Associated Press, sang presiden sedang berusaha untuk menghidupkan kembali forum ekonomi utama dunia tentang iklim yang diadakan oleh AS, yang dilaksanakan oleh George W. Bush dan Barack Obama, serta diabaikan oleh Donald Trump. Undangan lainnya berjumlah 40 orang yang mana acara tersebut akan diadakan pada 22 dan 23 April.

Menjadi tuan rumah KTT akan memenuhi janji kampanye dan perintah eksekutif oleh Biden, dan pemerintah mengatur waktu acara bertepatan dengan pengumumannya yang akan datang tentang apa yang akan menjadi target AS yang jauh lebih keras untuk membenahi ekonomi AS untuk secara tajam mengurangi emisi dari batu bara, gas alam dan minyak.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Acara ini, menurut situs Gedung Putih, akan bernama The Leaders Summit on Climate Change yang akan menekankan pada urgensi dan manfaat ekonomi dari aksi yang lebih kuat berkenaan dengan iklim serta menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju United Nations Climate Chage Conference pada November tahun ini di Glasgow.

“Pada saat KTT, Amerika Serikat akan mengumumkan target emisi 2030 yang ambisius sebagai Kontribusi Baru yang Ditentukan Secara Nasional berdasarkan Perjanjian Paris,” ujar pernyataan dari Gedung Putih itu seraya mengatakan bahwa dalam undangannya, Joe Biden mendesak pemimpin dunia untuk menggunakan KTT itu sebagai peluang untuk membuat garis besar atas bagaimana negaranya akan berkontribusi dalam menanggulangi masalah perubahan iklim.

KTT itu diadakan saat Biden berjanji untuk mengubah perekonomian AS menuju energi bersih dan mengurangi emisi dari batu bara, gas alam, dan minyak. Biden membawa AS kembali ke dalam Perjanjian Paris mengenai Iklim pada Januari setelah Trump mengatakan pada 2017 bahwa dia menarik AS keluar.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

KTT ini rencananya akan mempertemukan kembali Major Economies Forum on Energy and Climate yang dipimpin oleh AS yang memasukkan 17 negara dengan 80% emisi global dan PDB global. Salah satu pemimpin negara yang diundang Biden adalah Presiden Joko Widodo dari Indonesia, adapun Presiden AS itu turut mengundang sejumlah pebisnis dan pemimpin organisasi masyarakat.

Menurut CNBC, Biden telah berbicara dengan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, pada Jumat (26/3) dan negara anggota Uni Eropa pada Kamis (25/3) yang mana pemerintahannya mengutamakan berbicara dengan sekutu dekat AS sebelum mengundang Cina dan Rusia.

Pemerintah AS mengatakan ingin bekerjasama dengan Rusia dan Cina terkait perubahan iklim meskipun ketegangan antar kedua negara meningkat, adapun Biden sebelumnya menyebut Cina dan Rusia sebagai ancaman keamanan nasional yang utama bagi Amerika. (AP/WH/CNBC, rez)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.