Senin, 18 Mei 2026, pukul : 09:42 WIB
Surabaya
--°C

Legenda Arsenal, Thierry Henry Berhenti Menggunakan Media Sosial karena Kurangnya Tindakan Terhadap Rasisme dan Penindasan

INGGRIS-KEMPALAN: Legenda Arsenal dan Prancis, Thierry Henry telah mengumumkan bahwa dia tidak akan lagi menggunakan media sosial sampai platform tersebut bertindak lebih serius untuk mengatasi rasisme dan penindasan secara online.

Banyak pesepakbola, seperti Marcus Rashford, Anthony Martial, Axel Tuanzebe,  Lauren James, Romaine Sawyers, Reece James, dan Alex Jankewitz yang telah mengalami pelecehan rasisme secara online selama beberapa bulan terakhir.

Henry menilai bahwa para pemilik atau orang-orang yang berkuasa di setiap platform media sosial harus melakukan tindakan tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Dalam sebuah pernyataan di platform media sosialnya pada Jumat (3/27/2021) lalu, Henry menulis “Hai Teman-teman. Mulai besok pagi saya akan menghapus diri saya dari media sosial sampai orang-orang yang berkuasa dapat mengatur platform mereka dengan kekuatan dan keganasan yang sama seperti yang mereka lakukan saat ini saat Anda melanggar hak cipta,”

“Terlalu banyak rasisme dan penindasan yang dilakukan oleh berbagai individu dan itu mustahil untuk diabaikan. HARUS ada pertanggungjawaban,” terang mantan pemain Arsenal itu.

“Terlalu mudah untuk membuat akun (di media sosial) dan menggunakannya untuk menindas dan melecehkan tanpa konsekuensi,” tambah pria berusia 43 tahun itu.

“Sampai ini berubah, saya akan menonaktifkan akun saya di semua platform media sosial. Saya berharap (perubahan) ini segera terjadi.” tutup Henry.

Asosiasi Sepak Bola Inggris juga pernah meminta perusahaan media sosial untuk memperketat identifikasi akun di platform mereka setelah terjadi peningkatan penyalahgunaan media sosial untuk melakukan pelecehan secara online kepada pada pemain sepak bola.

Wasit Liga Premier Mike Dean juga belum lama ini mendapat ancaman pembunuhan di media sosial.

Bulan lalu, Instagram mengumumkan serangkaian tindakan untuk mengatasi pelecehan secara online, termasuk menghapus akun yang mengirim pesan kasar dan mengembangkan kontrol baru untuk membantu mengurangi pelecehan yang dapat dilihat pengguna.

Pada tahun 2019, Twitter mengatakan bahwa “konten keji tidak mendapat tempat di layanan kami” setelah mengambil tindakan terhadap lebih dari 700 kasus “pelecehan dan perilaku kebencian” terkait sepak bola di Inggris dalam dua minggu dan berjanji untuk melanjutkan upayanya untuk mengatasi masalah tersebut. (ESPN, Edwin Fatahuddin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.