JAKARTA – KEMPALAN: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Teguh Setyabudi mengingatkan agar para camat mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi khususnya media sosial (medsos) yang semakin pesat.
Karena menurutnya banyak konflik antar masyarakat justru berawal dari proses interaksi maupun miskomunikasi di medsos.
“Camat harus melek medsos, banyak interaksi, miskominikasi bahkan provokasi yang seringkali bisa memicu konflik justru berawal dari sana (medsos),” jelas Teguh saat menutup Diklat Teknik Perumusan Strategi Penanganan Konflik bagi Camat, di Jakarta (26/03)
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah, camat memiliki tugas krusial salah satunya mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum sebagaimana diatur dalam Pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 Tentang Kecamatan.

“Untuk itu camat harus adaptif dengan perkembangan zaman, zaman berubah tantangan sebagai ASN juga semakin beragam,” lanjut Teguh.
Teguh berharap, sesampainya di wilayah masing-masing para camat yang telah dibekali dengan berbagai pengetahuan baru terkait strategi penanganan konflik di daerah ini bisa langsung merumuskan langkah-langkah kongkret penanganan konflik dengan melibatkan berbagai pihak.
“Harus ada sinergi positif dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pihak keamanan serta semua stakeholder terkait untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang tertib dan aman,” pungkasnya. (niko elfriza)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi