Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 01:21 WIB
Surabaya
--°C

Pemerintah Afghanistan dan Taliban Sama-sama Harapkan Penarikan Pasukan Asing

KABUL-KEMPALAN: Pada Senin (22/3), pemerintah Afghanistan meminta penarikan pasukan AS dan sekutunya secara sepenuhnya dari negara tersebut ketika Emirat Islam Afghanistan/Taliban “memutus hubungannya dengan teroris” dan mengumumkan gencatan senjata.

“Penarikan yang bertanggung jawab telah menjadi tuntutan kami dan semua sekutu internasional kami,” kata Dawa Khan Menapal, juru bicara Presiden Ashraf Ghani, kepada Arab News yang dikutip oleh Kempalan. Ia menambahkan bahwa hal tersebut adalah berakhirnya segala ancaman: Taliban telah memutus hubungannya dengan kelompok teroris, kekerasan telah dibendung, dan gencatan senjata telah diumumkan.

Komentar Menapal ini berhubungan dengan kunjungan mendadak dari Menteri Pertahanan AS, Llyod Austin yang menyatakan bahwa kekerasan harus menurun agar diplomasi dapat berhasil. Pernyataan itu disepakati oleh Menapal yang menambahkan bahwa dunia maupun Afghanistan “menghadapi ancaman gabungan” dan membutuhkan “penilaian bersama” karena Taliban “masih belum memutus hubungan dengan kelompok teroris, termasuk Al-Qaeda.”

Permasalahan Afghanistan yang kini semakin memanas karena meningkatnya kekerasan dan pertempuran berkaitan dengan penarikan pasukan asing dari negara terebut yang memiliki tenggat waktu hingga 1 Mei besok. Adapun Zabihullah Mujahid, juru bicara Taluban mendesak pemerintah AS untuk memenuhi tenggat waktu tersebut.

“Mereka telah menandatangani perjanjian dengan kami, dan tanggalnya disana sangatlah jelas,” ujar Mujahid.

“Kami tidak memberikan perpanjangan waktu lebih lanjut kepada orang-orang. Masalah ini diselesaikan, dan sangat penting untuk diimplementasikan. Jika seseorang ingin mempertimbangkannya, hal itu tidak akan dapat kami terima. Harapan kami adalah mereka menarik pasukan dari Afghanistan berdasarkan kesepakatan dan perang ini akan segera berakhir,” tambahnya.

Berkaitan dengan konferensi di Turki, Mohammed Masoom Stanekzai, negosiator dari pihak pemerintah Afghanistan mengatakan bahwa Presiden Ashraf Ghani mungkin datang ke konferensi di Turki apabila pemimpin Taliban, Mullah Hibatullah Akhund juga datang. Namun Menapal tidak memberikan komentar berkenaan syarat yang diajukan Ghani.

Namun, Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa pemimpin Taliban itu masih belum mengonfirmasi apakah ia akan datang atau tidak dalam pertemuan di Turki tanpa menambahkan rincian apapun. Jawaban yang sama disampaikan oleh Seksi Media Emirat Islam Afghanistan ketika dihubungi Kempalan berkenaan dengan apakah perwakilan yang dikirim ke Turki sama dengan perwakilan yang dikirim ke Moskow, yang dijawab bahwa “masih belum ditentukan.” (Arab News, rez)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.