Kongres HMI Molor, Delegasi Belum Sepenuhnya Registrasi
SURABAYA-KEMPALAN: Kongres HMI yang resmi dibuka oleh Presiden Ir. Joko Widodo pada Rabu (17/3) masih mengalami kebuntuan hingga hari Sabtu (20/3). Pada Pelaksanaan kongres ini terdapat dua hal penting yang ditekankan, yaitu kesehatan dan keamanan.
“Ada dua hal yang kita tekankan disini, terkait dengan kesehatan temen-temen sama keamanan itu yang terus kita ulas dari awal karena masa pandemi juga kan, sehingga kita melibatkan satgas Covid, Dinkes, LKMI, untuk kemudian mengawal kesehatan.” Ujar Syekha Maulana Ilyas, Wakil Ketua Panitia Lokasi Kongres HMI Surabaya, Ketua Bidang P3A HMI Cabang Surabaya kepada Kempalan ketika diwawancarai di Asrama Haji.
“Untuk keamanan karena kita temanya merawat persatuan, kemarin saran dari Pemprov harus melibatkan banyak elemen, kemarin kita juga koordinasi dengan beberapa lembaga, kita izin ke PP (Pemuda Pancasila), Bonek, Banser dan sebagainya dan disupport penuh oleh Kapolda dan Polsek,” terangnya.
Kongres dilaksanakan di dua tempat terpisah di Surabaya, yaitu Islamic Center di Jalan Raya Dukuh Kupang dan Asrama Haji Surabaya dimana 202 orang dari cabang HMI di seluruh Indonesia yang hadir dibagi menjadi 104 Cabang berada di Asrama Haji Surabaya dan sisanya berada di Islamic Center Surabaya.
Namun hingga Sabtu, kongres masih berada pada tahap pleno satu, bahkan belum masuk agenda tata tertib dan masih di pending.
“Sekarang belum masuk pada tata tertib, masih pleno satu kemarin di buka cuman waktu itu langsung ada dinamika forum sehingga belum jadi lagi (dilanjutkan), agenda acara pun belum sampai, ceritanya pada malam ini mau dimulai namun belum bisa,” ujarnya.
Menurut keterangan dari Syekha kongres masih dalam kebuntuan dikarenakan adanya sedikit provokasi di dalam forum serta terdapat 20 cabang yang belum registrasi hingga batas waktu yang telah ditentukan dikarenakan perbedaan pandangan terhadap pelaksanaan forum.
“Seharusnya kan Senin sudah penutupan (registrasi), tapi diperpanjang sampai Selasa, terus diperpanjang lagi sehingga di hari ini hampir semuanya Insyaallah sudah registrasi. Cuman tadi yang disini (Asrama Haji) yang registrasi cuman 84 Cabang kurang 20 Cabang karena mereka memang gak mau,” tambahnya.
Syekha menambahkan kalau rentan waktu pending tersebut kemudian diisi oleh materi-materi yang disampaikan oleh tokoh-tokoh besar Indonesia seperti Bahlil Lahadalia, Mahfud MD, Ali Ngabalin, Sandiaga Uno, dan Airlangga Hartanto, juga bedah buku yang dihadiri oleh Airlangga Pribadi Kusman, dosen Ilmu Politik Unair.
“Tanggal 17, 18, 19 itu diisi dengan diskusi pararel, ada yang virtual ada yang offline, beberapa hadir seperti Bahlil di Islamic, ada Prof. Mahfud MD di tanggal 17 ke Asrama Haji, Jumat lalu ada Ngabalin langsung datang, Sandiaga Uno virtual, Airlangga Hartarto itu virtual pun hari ini yang harusnya mulai akhirnya tidak jadi dan diisi dengan bedah bukunya almarhum Mulyadi P. Tamsir,” jelasnya.
Pelaksanaan kongres sendiri juga berkoordinasi dengan Pemprov, Pemda, Pemkot, Polisi hingga TNI dan organisasi lain seperti Banser, Bonek dan PP dimana memiliki batas izin pelaksanaan hingga tanggal 24 Maret. (Abdul Manaf Farid)
