Vaksin Astrazeneca Terus, WHO: Peternakan Satwa Liar di China Sumber Covid-19

waktu baca 3 menit

JAKARTA-KEMPALAN: Setelah melakukan penyelidikan selama berbulan-bulan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menemukan dari mana pandemi Covid-19 berasal. Dalam investigasinya, WHO menemukan bahwa peternakan satwa liar di China menjadi sumber pandemi Covid-19.

Seperti dikutip dari Live Science, Kamis (18/3) menurut Peter Daszak, ahli ekologi penyakit di tim WHO yang melakukan investigasi ke China, di sekitar provinsi Yunna di China selatan terdapat banyak peternakan satwa liar.

Menurutnya, peternak satwa liar tersebut kemungkinan besar memasok hewan ke pedagang di Pasar Grosir Makanan Laut Huanan di Wuhan, tempat kasus pertama Covid-19 di temukan. Beberapa dari hewan liar yang dipasok bisa saja tertular SARS-CoV-2 dari kelelawar di daerah tersebut.

Januari lalu, tim ahli WHO melakukan perjalanan ke China untuk menyelidiki bagaimana pandemi mematikan ini pertama kali dimulai. Banyak teori konspirasi telah menyebar tentang asal-usul virus, termasuk bahwa virus lolos dari laboratorium Wuhan. Namun bulan lalu, penyidik WHO menepis penjelasan itu.

Konsesus umum di antara para ilmuwan adalah bahwa virus corona beredar di kelelawar dan melompat ke manusia, kemungkinan melalui spesies perantara. Dan konsensus umum itu lah yang kemudian ditemukan oleh investigator WHO, bahwa virus corona kemungkinan ditularkan dari kelelawar di China selatan ke hewan di peternakan satwa liar. Baru kemudian menular ke manusia. Namun WHO masih belum mengetahui hewan yang menjadi perantara virus antara kelelawar dan manusia.

Sementara itu, negara-negara Uni Eropa akan memulai kembali vaksinasi COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca-Oxford setelah regulator obat-obatan Eropa menyimpulkan bahwa vaksin tersebut “aman dan efektif”.

Badan Obat-obatan Eropa (European Medicines Agency/EMA) mengkaji suntikan vaksin tersebut setelah 13 negara Uni Eropa menangguhkan penggunaannya karena kekhawatiran terkait kasus pembekuan darah, seperti dilansir BBC News, Jumat (19/3).

Vaksin itu kemudian ditemukan “tidak terkait” dengan risiko penggumpalan yang tinggi.

Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol mengatakan mereka akan melanjutkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Namun, tergantung bagaimana masing-masing negara Uni Eropa dalam memutuskan apakah dan kapan akan memulai kembali vaksinasi COVID-19 dengan menggunakan vaksin AstraZeneca.

Swedia, mengatakan masih membutuhkan “beberapa hari” untuk memutuskan langkah vaksinasi.

Laporan BBC lainnya juga mengatakan bahwa Perdana Menteri Inggris akan menerima suntikan vaksin AstraZeneca.

Pada Kamis (18/3), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara di dunia untuk terus menggunakan vaksin AstraZeneca, dan akan merilis hasil tinjauan mereka terkait keamanan vaksin pada Jumat (19/3) waktu setempat.

Investigasi dari EMA difokuskan pada sejumlah kecil kasus kelainan darah yang tidak biasa. Secara khusus, hal itu melihat kasus trombosis vena serebral – pembekuan darah di kepala.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengumumkan langkah-langkah baru untuk negaranya, dengan mengatakan bahwa pandemi COVID-19 jelas semakin terjadi dengan cepat dan “gelombang ketiga” infeksi tampaknya semakin mungkin terjadi.

Castex menyatakan bahwa ia akan menerima suntikan vaksin AstraZeneca pada Jumat (19/3). (km/lp/ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *