JAKARTA – KEMPALAN: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan bahwa Indonesia akan fokus pada pengadaan teknologi mobil listrik. Output dari hal ini adalah terkait dengan optimalisasi industri dalam negeri dan lepas dari ketergantungan dari produk luar negeri.
“Saya adalah salah satu pendukung terkuat untuk industri EV (mobil listrik), mengapa? Karena 96 persen mobil yang kami pakai sekarang buatan Jepang, Enggak ada mobil lain,” Ucap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam diskusi dengan Ikatan Alumni ITB Sumatera Utara di akun YouTube IA ITB SUMUT, Jumat (19/3).
Mobil impor dari luar negeri yang membludak tentu kurang baik untuk Indonesia. Dimana pabrik mobil luar negeri yang masuk ke Indonesia dapat merasakan manfaat dari perputaran yang dan keuntungannya. Hal ini yang memantik pemerintah untuk mulai mengembangkan teknologi mobil listrik sebagai fokus utama beberapa tahun kedepan.
“Jadi kita sebenarnya, maaf kalau kita bilang, secara teknologi dijajah oleh Jepang memang iya, mana ada mobil lain yang anda lihat di lapangan?” ucap Lutut.
Argumentasi Luhut memang terkesan provokatif, namun jika dilihat dan dipahami secara akal sehat, pabrikan otomotif Jepang sangat menjamur di Indonesia. Mulai dari Toyota, Daihatsu, Honda, dan Mitshubishi hampir memenuhi jalanan kota.
Realita yang terjadi di Indonesia cukup ironi, dimana sudah ada pengembangan mobil listrik, namun tetap bergantung pada pabrikan otomotif luar negeri. Hal ini yang oleh Luhut harus dibenahi dan mulai serius untuk menggarap pabrikan mobil listrik di Indonesia. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi