Kementerian Perdagangan Mendukung Penggunaan CAS dalam Mengoptimalkan Sistem Resi Gudang
BREBES-KEMPALAN: Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mendukung agar penggunaan teknologi Controlled Atmosphere Storage atau CAS dalam optimalisasi Sistem Resi Gudang. Melalui teknologi inovatif, diharapkan komoditas yang disimpan memiliki ketahanan yang lebih lama dengan kualitas yang tidak berubah.
“Kemendag menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak atas kerja keras dan komitmennya dalam pengembangan SRG, khususnya untuk komoditas bawang merah yang untuk pertama kalinya akan diimplementasikan di Gudang SRG CAS di Kabupaten Brebes,” ucap Jerry Sambuaga saat meresmikan gudang Sistem Resi Gudang dengan teknologi CAS di Brebes, Jawa Tengah, pada Selasa (16/3).
Gudang SRG CAS yang dibangun oleh Kemendag di Kabupaten Brebes sejak tahun 2018 lalu, diharakan dapat diduplikasi dan diperluas di tempat lain dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan pelaku usaha dalam rantai bisnis komoditas bawang merah, terutama petani produsen bawang merah.
Sistem Resi Gudang juga harus dimanfaatkan untuk menjembatani produsen dan pasar dengan menyediakan informasi mengenai ketersediaan, persebaran, mutu, dan nilai komoditas. Sehingga dapat memberikan legitimasi yang lebih besar dalam transaksi perdagangan serta mempermudah dalam memperoleh pembiayaan komoditas kompetitif.
“SRG juga berpotensi menjadi bagian dari sistem logistik dan distribusi nasional sehingga ke depan diharapkan dapat dioptimalkan sebagai instrumen dalam mendukung pengendalian ketersediaan stok dan stabilitas harga komoditas barang kebutuhan pokok dan barang penting,” ujar Wakil Menteri Perdagangan.
Sidharta Utama, Kepala Bappebti, menjelaskan bahwa pelaksanaan SRG untuk komoditas bawang merah baru diimplementasikan di gudang SRG CAS milik Pemerintah Kabupaten Brebes. Namun, ke depannya Kemendag berupaya menambah jumlah gudang-gudang dengan melakukan sinergi dan kerja sama dengan kementerian atau lembaga terkait dan para pelaku usaha lainnya.
Sidharta mengharapkan pengejawantahan SRG bawang merah dapat didukung distributor atau pedagang yang siap menyerap komoditas dari gudang SRG dengan harga yang bersaing. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan harus berkolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) dalam menciptakan aksesibilitas pasar yang dapat menghubungkan antara pemilik barang SRG dengan konsumen. (Rafi Aufa Mawardi)
