Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 05:33 WIB
Surabaya
--°C

Aplikasi Teknologi Isi Ulang untuk Mengatasi Masalah Lingkungan

JAKARTA-KEMPALAN: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memaparkan bahwa saat ini Indonesia menghasilkan sedikitnya 64 juta ton timbunan sampah setiap tahunnya. Ada sekitar 60 persen sampah yang diangkut dan ditimbun ke TPA, dimana 10 persen sampah didaur ulang dan 30 persen lainnya tidak dikelola dan mencemari lingkungan.

Problematika sosial yang terjadi terkait masalah lingkungan, aplikasi Siklus merilis aplikasi berbasis mobile, yakni Siklus Mobile App. Dimana Aplikasi ini memiliki tujuan untuk memberika solusi dalam hal mencegah pencemaran sampah plastik.

Startup Sikulus Refill menjadi salah satu aplikasi berbasis digital di Indonesia yang secara fokus mengatasi problematika sosial di sektor ekonomi dan lingkungan melalui tekologi isi ulang.

Aplikasi visioner ini merupakan inovasi penting dalam perjalanann Siklus dalam meminimalisir sampah plastik dan membuat barang-barang jauh lebih bersahabat dengan masyarakat kelas bawah.

Mekanisme kerja dari aplikasi ini adalah produk kebutuhan rumah tangga dikirim langsung ke rumah pelanggan dengan aplikasi Seluler Siklus. Konsumen di daerah Jabodetabek dan seluruh Indonesia dalam waktu dekat dapat dengan mudah memesan dan membeli produk kebutuhan rumah tangga dari perangkat selulernya dan mengirimkannya ke rumah.

Setelah dipesan, kendaraan roda dua yang dilengkapi dengan sistem isi ulang seluler tiba dan pelanggan dapat mengisi ulang wadah yang ada, atau membeli wadah yang dapat digunakan kembali – tanpa plastik sekali pakai. Produknya antara lain deterjen, cairan pencuci piring, minyak goreng, dan masih banyak lagi kebutuhan sehari-hari. Pelanggan dapat memesan melalui aplikasi Seluler baru, serta melalui WhatsApp dan Instagram.

“Peluncuran Siklus Mobile App membantu mengoptimalkan rantai pasokan kami dan meningkatkan solusi isi ulang Siklus secara keseluruhan, memungkinkan kami untuk menjual produk konsumen sehari-hari tanpa kemasan plastik dan dengan biaya lebih rendah,” ucap Jane von Rabenau, CEO & Pendiri Siklus dalam siaran persnya, Rabu (17/2).

Menggunakan teknologi ini, Jane ingin memberikan solusi berupa penghematan biaya bagi masyarakat Indonesia. DImana aplikasi ini dapat menyediakan data berharga bagi produsen kebutuhan rumah tanggan dalam melayani konsumen dengan baik. Lalu aplikasi Siklus ini dapat membawa manfaat pada lingkungan dengan menghilangkan kebutuhan akan plastik sekali pakai. (Rafi Aufa Mawardi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.