JAKARTA-KEMPALAN: Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin pagi ini meluncurkan ‘Gerakan Nasional Mengisi Masjid dengan Sejuta Sajadah Pelindung Covid-19.’ Gerakan ini diselenggarakan oleh Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila.
“Dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Saya membuka dengan resmi Gerakan Nasional Mengisi Masjid Dengan Satu Juta Sajadah Pelindung Covid-19. Semoga Allah SWT senantiasa me-ridhoi setiap ikhtiar yang kita lakukan,” kata Ma’ruf, Kamis (11/3/2021).
Dia pun secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Organisasi Pemuda Pancasila. Termasuk mengapresiasi kegiatan yang tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Saya juga mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila atas Gerakan Nasional Mengisi Masjid Dengan Satu Juta Sajadah Pelindung Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Mengingat jumlah yang terpapar covid-19 masih tinggi,” ungkapnya.
Ma’ruf berharap inisiatif ini dapat diimplementasikan di tingkat masyarakat secara tepat sasaran sebagai langkah penanganan Covid-19. Termasuk dalam memanfaatkan masjid sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dalam mendukung upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19.
Dari Berbagai Negara

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan keputusan Pemerintah RI memesan vaksin COVID-19 ke-4 negara adalah untuk memenuhi kebutuhan vaksin masyarakat. Budi menuturkan jika Indonesia hanya memesan vaksin COVID-19 di satu negara, maka jumlahnya tak cukup untuk menjangkau seluruh masyarakat.
“Kalau belinya hanya dari 1 negara, tidak mencukupi. Jadi harus empat negara,” kata Menkes Budi saat kunjungan kerja di Kota Bengkulu, Kamis (11/3/2021).
Keempat negara yang dimaksud Menkes Budi adalah China, Inggris, Amerika dan Jerman. Seperti diketahui Inggris memproduksi vaksin COVID-19 AstraZeneca, Amerika memproduksi vaksin Novavax, Jerman memproduksi vaksin Pfizer dan China memproduksi vaksin Sinovac.
“Vaksin ini menjadi incaran banyak negara, itulah kita memilih 4 negara, sehingga kalau ada kendala satu negara, kita masih ada negara lain,” jelas Menkes Budi.
Budi mengatakan vaksin AstraZeneca sudah tiba sebanyak 1 juta dosis saat ini. Indonesia sendiri mendapat jatah 11 juta dosis vaksin AstraZaneca.
“Kita dapat jatah 11 juta, baru datang 1 juta. Ini tidak boleh dicampur. Kalau dicampur-campur nanti susah,” tutup Budi. (ok/et/ist)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi