Senin, 9 Februari 2026, pukul : 19:25 WIB
Surabaya
--°C

Mantan Kepala Intelijen Saudi Melarikan Diri, Diduga Buka Info ke AS

KANADA-KEMPALAN: Saad al-Jabri, mantan kepala intelijen Arab Saudi menyampaikan bahwa putera mahkota Saudi sekaligus menteri pertahanannya, Pangeran Mohammed bin Salman mempercayai bahwa dirinya adalah sumber dari laporan intelijen AS yang mengaitkan sang pangeran dengan pembunuhan Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post.

Jabri menolak tudingan bahwa ia menggelapkan miliaran dolar dan mengaku bahwa ia adalah korban dari “serangan politik” yang berusaha menggambarkan dirinya sebagai “dalang kriminal.” Hal ini ada dalam dokumen pengadilan yang diajukan pada Kamis (18/2).

Melansir Middle East Eye, bahwa Saad dianggap sebagai ancaman oleh sang pangeran karena kedekatannya dengan dunia intelijen AS, kedekatannya dengan bin Nayef (bekas putra mahkota), dan informasi yang sangat sensitif yang ada di Saad.

Sang pangeran memercayai bahwa Saad adalah sumber dari kesimpulan yang dibangun CIA bahwa sang putra mahkota terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi.

Dokumen ini dipersiapkan untuk hearing di pengadilan pada Jumat (19/2) silam, di mana 10 perusahaan yang dimiliki oleh Tahakom Investments melaporkan Saad berkaitan dengan tuduhan mereka bahwa Saad bersama Muhammad bin Nayef menggelapkan uang sebesar $1,5 milyar, yang mana bin Nayef mengirimkan $55 juta kepada Saad.

Pengacara Jabri telah menolak tuduhan ini dan meminta pengadilan Kanada untuk tidak membekukan aset kliennya di seluruh dunia.

Siapakah Saad al-Jabri?

Menurut Anadolu Agency, Saad berasal dari suku Utbah dan lulus S-1 dari Imam Muhammad bin Saud University dan S-1 lainnya ia dapatkan dari King Fahd Security College, sementara S-2nya dari King Fahd University of Petroleum and Minerals. Ia mendapatkan gelar doktornya dari University of Edinburgh pada 1998.

Dia menduduki posisi sebagai penasihat keamanan di Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2010 dan direktur Departemen Perwira dan Urusan Personalia di kementerian tersebut. Ia memegang pangkat Mayor Jenderal.

Ia dekat dengan bekas putra mahkota, Pangeran Muhammad bin Nayef dan bekerja kepadanya sebagai penasihat keamanan.

Semenjak diberhentikan dari posisinya di pemerintahan Arab Saudi, Saad telah mengamankan dirinya ke Kanada untuk menghindari persekusi dari pihak Arab Saudi. (Middle East Eye/Anadolu Agency, Reza Maulana Hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.