Tanpa Kompromi, Emisi Gas Rumah Kaca Harus Nol

waktu baca 9 menit

Judul: How to Avoid a Climate Disaster: The Solutions We Have and the Breakthroughs We Need

Penulis: Bill Gates

Tebal: 230 HALAMAN

Penerbit: Random House Large Print

Publikasi: 23 February 2021

Harga: Hardcover 16.17 USD, Kindle 13.99 USD

Peresensi: Kumara Adji Kusuma

 

KEMPALAN: Awal 2021, sederet bencana alam melanda Indonesia. Bencana tersebut membawa duka, telah merenggut 213 korban jiwa dan menyebabkan hampir dua juta orang mengungsi, 12 ribu luka-luka, serta banyak orang hilang.

Bencana ini termasuk banjir di Kalimantan Selatan; banjir dan longsor di Sumedang, Jawa Barat; banjir dan tanah longsor di Manado, Sulawesi Selatan, banjir dan tanah longsor di Paniai, Papua; dan yang terbaru banjir di Semarang yang melumpuhkan bandara dan stasiun kereta, serta banjir di Pekalongan dan Jakarta.

Melihat pada data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak awal tahun 2021, tercatat 386 bencana terjadi di Indonesia yang didominasi oleh bencana banjir sebanyak 232 kejadian dan puting beliung serta tanah longsor masing-masing 73 dan 62 kejadian.

Menengok pada periode 2010-2020 disebut sebagai ‘dekade penuh bencana bagi Indonesia,’dengan jumlah hampir mencapai 4.000 kejadian bencana. Banjir masih mendominasi. Otoritas Indonesia, termasuk Presiden Joko Widodo, menyebut curah hujan tinggi menjadi penyebab bencana banjir dan longsor. Pernyataan pemerintah ini pun menuai kritik dari publik dan pakar yang mempertanyakan strategi pemerintah yang menitikberatkan pada mitigasi, alih-alih menuntaskan akar masalah.

Dari data BMKG menunjukkan adanya peningkatan frekuensi dan intensitas kejadian ekstrem, baik berupa kejadian cuaca atau hujan ekstrem, iklim ekstrem, ataupun kejadian anomali global seperti La Nina dan El Nino. Perkembangan musim hujan saat ini tidak lepas dari pengaruh dampak perubahan iklim global, juga pengaruh kondisi iklim regional dan kondisi iklim atau cuaca setempat.

Analisis perubahan suhu udara rata-rata untuk seluruh wilayah Indonesia selama 71 tahun terakhir (1948 – 2019) menunjukan laju peningkatan suhu sebesar 0,030 derajat Celcius per tahun. Berdasarkan data dari 91 stasiun pengamatan BMKG, suhu udara rata-rata tahun 2020 adalah 27,30 derajat Celcius, lebih panas dibanding normal suhu udara rata-rata periode 1981-2010 yaitu 26,60 derajat Celcius.

Kondisi ini mirip dengan perubahan suhu global sebagaimana dilaporkan World Meteorological Organization (WMO) pada awal Desember 2020. Diketahui bahwa secara global tren biaya energi terbarukan dari matahari dan angin telah turun drastis. Dan dampaknya berupa bencana yang terus terjadi.

Kesimpulannya terjadi pemanasan suhu di Indonesia dan di seluruh dunia, perubahan iklim ini nyata. Dan ancaman terbesar di dunia telah di hadapan.

 

Semua yang perlu Anda ketahui tentang menghindari hasil iklim terburuk.

Siapa pun pengguna perangkat komputer PC maupun laptop, tentu bisa merasaakn manfaat luar biasa dari perangkat “ajaib” ini. Sosok di baliknya adalah Bill Gates. Ya, Bill Gates telah mengubah hidup kita melalui perangkat lunak Microsoft-nya.

Lebih lanjut, melepas kepemilikan Microsoft, Bill Gates bertransformasi menjadi seorang filantropis yang bergerak dan meningkatkan kehidupan yang tak terhitung jumlahnya melalui pekerjaan yayasannya untuk memberantas polio, TBC dan malaria.

Dan dalam beberapa tahun trakhir, Gates mengusulkan untuk kembali membantu menyelamatkan hidup kita dengan memerangi perubahan iklim.

Perubahan haluan Gates terjadi pada akhir 2006, ketika ia bertemu dengan dua mantan rekan Microsoft yang memulai organisasi nirlaba yang berfokus pada energi dan iklim. Mereka membawa serta dua ilmuwan iklim yang sangat ahli dalam masalah ini, dan mereka berempat menunjukkan data yang menghubungkan emisi gas rumah kaca dengan perubahan iklim.

Dalam lima belas tahun terakhir Bill Gates memelajari tentang energi dan perubahan iklim. Kini ia pun menjadi proponent yang aktif memerangi perubahan iklim. Upaya ini dilembagakan dalam Breakthrough Energy, yang dimulai dengan dana ventura untuk berinvestasi di perusahaan energi bersih yang menjanjikan, telah berkembang menjadi jaringan program filantropi, dana investasi, dan upaya advokasi untuk mempercepat inovasi energi di setiap langkah.

Lembaga tersbut mendukung para pemikir serta ahli teknologi dan bisnis mutakhir, serta mendorong kebijakan sektor publik dan swasta yang akan mempercepat transisi energi bersih. Selama beberapa minggu dan bulan mendatang, kami akan mewujudkan ide-ide di buku Gates menjadi tindakan dan mencoba mewujudkan rencana ini.

Berbagai pemikirannya tentang ini dibukukan dalam buku terbarunya How to Avoid a Climate Disaster: The Solutions We Have and the Breakthroughs We Need.

Dalam buku barunya, Bill Gates menjabarkan apa yang benar-benar diperlukan untuk menghilangkan emisi gas rumah kaca yang mendorong perubahan iklim.

Ketua dana investasi Breakthrough Energy Ventures ini berpegang pada argumen masa lalunya bahwa kita akan membutuhkan banyak terobosan energi untuk memiliki harapan untuk membersihkan semua bagian ekonomi dan bagian termiskin di dunia. Sebagian besar buku ini mensurvei teknologi yang diperlukan untuk memangkas emisi di sektor yang “sulit dipecahkan” seperti baja, semen, dan pertanian.

Proposisi yang disampaiakn oleh Gates adlah bahwa kita membutuhkan rencana yang mengubah semua momentum ini menjadi langkah-langkah praktis untuk mencapai tujuan besar kita. Itulah Cara Menghindari Bencana Iklim: rencana untuk menghilangkan emisi gas rumah kaca.

Dalam buku ini menggunakan jargon mengenai perubahan iklim ini dengan sangat minim, tanpa ada tendensi menganggap pembaca tidak tahu apa-apa, sehingga memungkinkan buku untuk diakses oleh semua orang yang peduli dengan masalah ini.

Perubahan iklim merupakan topik yang sangat kompleks, Bill gates mengajak pembaca memperdalam pemahaman kita tentang topik ini. Dengan harapan setiap orang dapat berkontribusi, Gates pun menyertakan caranya—apakah Anda seorang pemimpin politik, pengusaha, penemu, pemilih, atau individu yang ingin tahu bagaimana Anda dapat membantu.

Gates menjawab beberapa kritik bahwa resep iklimnya terlalu terfokus pada “keajaiban energi” dengan mengorbankan kebijakan pemerintah yang agresif. Dia menekankan bahwa inovasi dari masing-masing indvidu sesuai perannya akan membuat perlawanan terhadap perubahan iklim menjadi lebih murah dan lebih memungkinkan secara politis bagi setiap negara untuk mengurangi atau mencegah emisi.

Gas rumah kaca merupakan penyebab terjadinya kenaikan suhu global, tetapi Gates berasumsi bahwa ada variasi siklus atau faktor lain yang secara alami akan mencegah bencana iklim yang sebenarnya. Namun orang yang sadar akan sulit untuk menerima bahwa selama manusia terus mengeluarkan sejumlah gas rumah kaca, suhu akan terus naik. Meski demikian, dunia perlu menyediakan lebih banyak energi agar yang paling miskin dapat berkembang, tetapi kita perlu menyediakan energi itu tanpa lagi harus melepaskan gas rumah kaca.

Sekarang masalahnya tampak lebih sulit. Tidak cukup hanya memberikan energi yang murah dan dapat diandalkan untuk orang miskin. Itu juga harus bersih. Dalam beberapa tahun, Gates menjadi yakin akan tiga hal: Pertama, Untuk menghindari bencana iklim, kita harus mencapai nol emisi gas rumah kaca. Kedua, Kita perlu menggunakan alat yang sudah kita miliki, seperti tenaga surya dan angin, lebih cepat dan lebih cerdas. Dan ketiga, kita perlu menciptakan dan meluncurkan teknologi terobosan yang dapat membantu kita.

Kasus untuk nol dulu, dan sekarang, sangat kokoh, tanpa kompromi. Orang menetapkan tujuan untuk hanya mengurangi emisi kita — tetapi tidak menghilangkannya — tidak akan berhasil. Maka satu-satunya tujuan yang masuk akal adalah nol.

Buku ini menyarankan jalan ke depan, serangkaian langkah yang dapat kita ambil untuk memberikan diri kita sendiri kesempatan terbaik untuk menghindari bencana iklim. Ini dipecah menjadi lima bagian:

Mengapa nol?

Pada bab 1, buku ini menjelaskan lebih lanjut tentang mengapa dunia perlu mencapai nol, termasuk apa yang kita ketahui (dan apa yang tidak kita ketahui) tentang bagaimana kenaikan suhu akan memengaruhi orang-orang di seluruh dunia.

Namun, apa yang menjadi kabar buruknya adalah bahwa untuk Mencapai nol akan sangat sulit. Karena setiap rencana untuk mencapai sesuatu dimulai dengan penilaian realistis terhadap hambatan yang menghalangi. Karenya, pada bab 2 Gates meluangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan berbgagai tantangan yang kita hadapi.

Bagaimana melakukan percakapan yang terinformasi tentang perubahan iklim. Di bab 3, Gates memangkas beberapa statistik membingungkan yang mungkin pernah orang dengar dan membagikan beberapa pertanyaan yang Gates ingat dalam setiap percakapan yang dilakukan tentang perubahan iklim. Mereka telah mencegah Gates melakukan kesalahan lebih dari yang dapat dihitung, dan dia berharap mereka akan melakukan hal yang sama untuk Anda.

Kabar baiknya: bahwa kita bisa melakukannya. Dalam bab 4 hingga 9, buku ini menjelaskan area yang dapat dibantu oleh teknologi saat ini dan di mana kita membutuhkan terobosan. Ini menjadi bagian terpanjang dari buku ini, karena ada banyak hal dibahas. Gates menawarakan beberapa solusi yang perlu diterapkan sekarang, dan juga membutuhkan banyak inovasi untuk dikembangkan dan disebarkan ke seluruh dunia dalam beberapa dekade mendatang.

Gates menggambarkan dirinya sebagai orang yang optimis, tetapi itu adalah jenis optimisme yang terbatas. Dia mendedikasikan satu bab penuh untuk menjelaskan betapa sulitnya mengatasi masalah perubahan iklim. Dan sementara dia secara konsisten mengatakan kita dapat mengembangkan teknologi yang diperlukan dan kita dapat menghindari bencana; kurang jelas betapa dia berharap kita akan melakukannya.

Langkah yang bisa kita ambil sekarang. Gates menulis buku ini karena ia tidak hanya melihat masalah perubahan iklim; ia juga melihat peluang untuk menyelesaikannya. Itu bukanlah optimisme yang luar biasa.

Buku ini mengungkap  dua dari tiga hal yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas besar apa pun. Pertama, Gates memiliki ambisi, berkat semangat dari gerakan global yang berkembang yang dipimpin oleh kaum muda yang sangat peduli dengan perubahan iklim. Kedua, Gates memiliki tujuan besar untuk menyelesaikan masalah karena lebih banyak pemimpin nasional dan lokal di seluruh dunia yang berkomitmen untuk melakukan bagian mereka.

Dibutuhkan selannjutnya adalah komponen ketiga: rencana konkret untuk mencapai tujuan kita.

Sama seperti ambisi kita yang didorong oleh apresiasi terhadap ilmu iklim, rencana praktis apa pun untuk mengurangi emisi harus didorong oleh disiplin ilmu lain: fisika, kimia, biologi, teknik, ilmu politik, ekonomi, keuangan, dan banyak lagi.

Bab-bab penutup buku ini memaparkan daftar panjang cara-cara yang dapat dilakukan oleh negara-negara tersebut untuk mempercepat pergeseran, termasuk harga karbon yang tinggi, standar listrik yang bersih, standar bahan bakar yang bersih, dan lebih banyak dana untuk penelitian dan pengembangan. Gates menyerukan kepada pemerintah untuk melipatgandakan investasi tahunan mereka dalam teknologi bersih, yang akan menambah hingga $ 35 miliar di AS.

Jadi di bab terakhir buku ini, Gates mengusulkan rencana berdasarkan panduan yang ia dapatkan dari para ahli di semua disiplin ilmu ini. Dalam bab 10 dan 11, buku ini fokus pada kebijakan yang dapat diadopsi oleh pemerintah; di bab 12, Gates akan menyarankan langkah-langkah yang dapat kita ambil masing-masing untuk membantu dunia mencapai titik nol. Baik Anda seorang pemimpin pemerintahan, pengusaha, atau pemilih dengan kesibukan dan waktu luang yang terlalu sedikit (atau semua hal di atas), ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu menghindari bencana iklim.

Jika seluruh strategi telah dipaparkan, maka yang diperlukan berikutnya adalah memulainya. Tentu kembali kepada masing-masing peran yang bisa diambil oleh masing-masing individu untuk memulainya.(*)

(*Penulis Resensi adalah dosen pada Universitas Muhamamdiyah Sidoarjo (www.umsida.ac.id )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *