Hari ini, Gorbachev Berulang tahun ke-90 dalam Karantina

waktu baca 3 menit
Seorang juru bicara mengatakan Gorbachev, terlihat di sini pada tahun 2017, telah menerima "tumpukan" pesan ulang tahun dari seluruh dunia. (foto:ist)

MOSKOW, KEMPALAN: Siapa yang tidak kenal dengan Mikhail Gorbachev, sosok reformis bersejarah yang memimpin keruntuhan Uni Soviet, hari ini Selasa (2/3), berulang tahun ke-90. Di usianya yang senja dan masa pandemi, seperti yang lainnya, dia menjalani masa karantina. “Seperti semua orang, dia “lelah” dengan pembatasan karena virus,” kata juru bicara Gorbachev.

Berabagai ucapan selamat pun mengalir dari seluruh penjuru dunia, dengan Presiden Vladimir Putin, pemimpin AS Joe Biden dan Kanselir Jerman Angela Merkel semuanya mengirimkan harapan terbaik mereka, tambahnya.

“Dia berada di karantina di rumah sakit selama pandemi,” kata Vladimir Polyakov, juru bicara Yayasan Gorbachev, kepada AFP.

“Dia lelah dengan ini, seperti kita semua.”

Berkuasa antara 1985 dan 1991, Gorbachev mendorong reformasi untuk mencapai “glasnost” (keterbukaan) dan “perestroika” (restrukturisasi) tetapi kebijakannya akhirnya menyebabkan runtuhnya Uni Soviet.

Setelah Tembok Berlin runtuh, ia memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1990 untuk “perubahan radikal dalam hubungan Timur-Barat”.

Gorbachev, pemimpin Rusia pertama yang mencapai usia 90 tahun, akan merayakan ulang tahunnya bersama keluarga dan teman-teman dan telah menerima “tumpukan” pesan dari seluruh dunia, kata juru bicaranya.

Gorbachev akan berbicara dengan keluarga dan teman-temannya dalam pengaturan jarak sosial, mungkin melalui tautan video. “Kami telah mengatur semuanya,” tambah Polyakov.

Dia mengatakan bahwa Gorbachev telah menghabiskan waktu dalam “menyunting buku dan artikel” yang terisolasi.

Keberanian dan integritas

Dalam pesannya Selasa pagi, Putin menggambarkan Gorbachev sebagai politisi yang “luar biasa”.

“Anda berhak menjadi bagian dari serangkaian orang yang cerdas dan luar biasa, negarawan terkemuka di zaman modern yang telah secara signifikan memengaruhi jalannya sejarah domestik dan dunia,” ungkap Putin.

Dia memuji “energi dan potensi kreatif” Gorbachev, mencatat bahwa dia tetap terlibat dalam proyek sosial dan kemanusiaan.

Kedua pemimpin Rusia dulu dan sekarang itu memiliki hubungan yang rumit.

Gorbachev telah berganti-ganti antara kritik halus terhadap mantan perwira KGB tersebut dan memujinya karena membawa tingkat stabilitas ke Rusia.

Putin sendiri telah membongkar banyak hal yang ingin dicapai oleh pemimpin Soviet dalam menjamin kebebasan seperti kebebasan berbicara.

Dia juga terkenal menyebut keruntuhan Soviet sebagai “bencana geo-politik terbesar abad ini”.

Merkel mengatakan rakyat Jerman tidak akan melupakan kontribusi Gorbachev untuk reunifikasi negara itu. “Hari ini Anda dapat melihat kembali pekerjaan hidup Anda dengan bangga,” katanya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dia dan rakyat Inggris “tetap mengagumi keberanian dan integritas yang Anda tunjukkan dalam membawa Perang Dingin ke akhir yang damai,” ujar Johnson.

Sementara Gorby – begitu dia dikenal di luar Rusia – dipuja di Barat, reputasinya di rumah tetap kontroversial.

Tetapi bahkan surat kabar Kremlin Moskovsky Komsomolets mengatakan pada hari Selasa bahwa Gorbachev memiliki banyak hal untuk dirayakan.

“Dia pemimpin pertama dalam sejarah seribu tahun negara yang secara sukarela mengundurkan diri dari jabatannya dan tetap hidup dan bebas,” katanya.

Surat kabar pemerintah Rossiiskaya Gazeta menyatakan bahwa kematian Uni Soviet pada akhirnya bukanlah kesalahannya. “Gorbachev datang terlambat. Sangat sulit untuk menghentikan kehancuran,” ungkapnya. “Gorbachev datang terlalu dini. Saat itu kami belum siap untuk menghargai dan menerapkan apa yang telah disusun,” tambah surat kabar itu. (ap/afp/adji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *