SURABAYA, KEMPALAN: Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyempatkan diri mengunjungi
Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya, Sabtu (27/2). Dalam kunjungan ini Menkes didampingi petinggi Kemenkes, Kadinkes Jatim, dr. Herlin Ferliana dan Ketua Satgas Kuratif Covid-19 Jatim Dr. dr. Joni Wahyuhadi.
Dalam suasana hujan lebat, rombongan Menkes disambut hangat oleh Penangung jawab RSLI, Laksamana Pertama dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara beserta para dokter senior, yakni Dr. Erwin Ashta Triyono, Dr. Christijogo Sumartono, dr. Nevy Shinta Damayanti, dr. Kadek dan Radian Jadid, Ketua Relawan PPKPC-RSLI.
Kedatangan Menkes tersebut untuk memastikan kesiapan seluruh layanan yang ada di RSLI. Memasuki tenda A sebagai ruang adminsitrasi, Menkes menanyakan dan memastikan beberapa hal terkait layanan RSLI. Seperti kapasitas RSLI dalam menangani dan melayani pasien Covid-19.
Melihat luasnya lokasi RSLI yang merupakan bekas RS Kulit dan Kelamin, Menkes juga menanyakan mengapa lahan tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal. Termasuk ketersediaan tenda di RSLI untuk merawat pasien Covid-19.
Menanggapi hal tersebut, dr. Nalendra selaku penanggungjawab RSLI menjelaskan bahwa dengan kapasitas bed sebanyak 381, RSLI masih mampu memberikan layanan bagi pasien Covid-19 untuk kategori tanpa gejala hingga gejala sedang.
Bahkan, menurut Nalendra, saat terjadi lonjakan Covid-19 pada Desember dan Januari 2021, RSLI mampu menangani pasien hingga kategori sedang dan menuju berat yang per hari mencapai 300 orang lebih.
Mengenai penggunaan tenda di RSLI, dr. Nalendra menjelaskan bahwa penggunaan tenda merupakan bagian dari konsep rumah sakit lapangan yang pada awalnya merupakan rumah sakit darurat Covid-19.
Namun, jika nantinya jumlah pasien yang ditangani makin meningkat, maka fungsi RSLI akan diperluas. Misalnya dengan memanfaatkan ruangan aula dan ruang lain di kawasan bekas museum kesehatan tersebut.
Hanya saja, menurut Nalendra, pemaksimalan penggunaan semua fasilitas di lahan milik Kemenkes tersebut harus melalui prosedur dan sesuai ketentuan yang berlaku.
‘Karena itu, kami dari pihak RSLI sangat senang apabila lampu hijau dari Menkes tentang penggunaan lahan secara maksimal untuk RSLI dapat direalisasikan,” kata Nalendra.
RSLI sendiri menggunakan beberapa konsep dalam pengelolaan lahan tersebut. Yakni
sebagai RS darurat, layanan darurat, dan sebagai RS penyangga.
Selain itu, RSLI juga berfungsi sebagai garda pertama penangan pasien Covid-19 untuk kategori tanpa gejala serta gejala ringan sampai sedang.
Bahkan, RSLI juga disiapkan untuk pasien gejala sedang menuju berat sebagai langkah awal penanganan sebelum di rujuk ke rumah sakit utama.
Pasien Sembuh 6.433
Selain menjelaskan tentang kondisi terkini di RSLI, dr. Nalendra juga menjelaskan tentang keberhasilan yang telah dicapai rumah sakit ini.
Menurutnya, dengan penanganan secara komprehensif, rasional serta monitoring ketat, selama 9 bulan beroperasi RSLI mampu mencatat tingkat kesembuhan lebih dari 94,6%. Selama itu, tercatat hanya satu pasien yang meninggal dunia.
Hinggga 27 Februari 2021, RSLI sudah menyembuhkan 6.433 pasien. Dengan prestasi itu, RSLI memberikan kontribusi 5,59% dari total kesembuhan di Jatim yang mencapai 115.728 pasien, dan 32,7% dari total kesembuhan di Surabaya sebanyak 19.753 pasien.
RSLI juga telah menjadi role model dan rujukan RS Lapangan lain di Jatim dan nasional.
Bahkan, menjadi contoh pembukaan RS Lapangan baru di Madiun, Malang dan Solo.
“RSLI juga telah membantu pengelolaan dan penanganan donor plasma konvalesen bersinergi dengan PMI, Dinkes, TNI dan stakeholder lainnya,” terang dr. Nalendra.
Seusai mengunjungi tenda A, Menkes berkeinginan melihat seluruh fasilitas yang ada di RSLI.Termasuk ruangan zona merah. Namun karena hujan deras serta protap kesehatan yang harus dijalankan untuk memasuki zona hijau dengan menggunakan APD level 3, maka Menkes bersama rombongan bergeser ke kawasan zona hijau lantai 2.
Dari sini Menkes melihat kawasan zona merah yang ada di bawah.
Menkes pun menyatakan mengapresiasi penanganan Covid-19 di Jawa Timur, khususnya di RSLI.
Dengan adanya RSLI dan penanganan yang dilakukan, Menkes berharap Covid-19 segera dapat diatasi, baik di Jawa Timur maupun Indonesia pada umumnya.
Puji Nakes dan Relawan
Kemenkes berjanji akan memberikan ruang, membuka pintu komunikasi dan dukungan penuh kepada semua pihak, utamanya faskes untuk bisa menginformasikan kebutuhan dan daya dukung yang diperlukan untuk meningkatkan dan memaksimalkan penanganan Covid-19.
Menkes juga mengungkapkan rasa respeknya terhadap semua stakeholder di Jawa Timur, termasuk para nakes dan relawan dalam menghadapi pandemi Covid-19.
“Saya sangat mengapresiasi kerja-kerja para nakes dan relawan yang tidak pernah merasa lelah dalam menangani para pasien Covid-19. Tetap jaga terus semangatnya, semoga pandemi Covid-19 segera berakhir,” pungkas Menkes Budi Gunadi Sadikin. (*)
Peliput: Dwi Arifin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi